Banjir Mulai Rambah Wilayah Kota

188

NGAWI – Warga kawasan Ngawi Kota mulai waswas. Itu seiring luapan banjir yang meluas ke sejumlah wilayah setempat. Di antaranya, Desa Mangunharjo. ‘’Air mulai naik sekitar pukul 06.00,’’ kata Supadi, warga Dusun Pendem, Desa Mangunharjo, kemarin (7/3).

Warga sejatinya sudah melakukan antisipasi adanya banjir kiriman. Barang-barang rumah ditaruh di tempat lebih tinggi malam harinya. Kendati begitu, mereka memilih bertahan lantaran meyakini banjir bakal cepat surut. Namun, dalam waktu singkat air sudah masuk rumah dan dengan cepat meninggi.

‘’Rumah saya agak di belakang. Tadi masih selutut, sekarang sudah sampai pinggang,’’ ujar Supadi sambil menerjang air setinggi paha di jalan menuju rumah kerabatnya yang lebih aman sekitar pukul 12.00 kemarin.

Meski arus banjir cukup kuat, warga nekat menerjang demi menyelamatkan barang berharganya menggunakan gerobak dorong. Ada pula yang mengangkutnya dengan motor. Juga tidak sedikit yang sambil menuntun hewan ternak miliknya.

Sebagian penduduk lainnya, terutama perempuan dan anak-anak, dievakuasi dengan mobil patroli polsek setempat. Namun, masih banyak yang terjebak di tengah permukiman. Sebab, gang-gang desa tak bisa dijangkau mobil lantaran air kelewat tinggi. Terlihat pula warga mengevakuasi diri dengan pelampung dari ban dalam truk. ‘’Yang tidak mau pergi, ingin menjaga rumahnya,’’ tutur Supadi.

Sekitar pukul 13.00 air tidak surut, tapi malah semakin meninggi. Bersamaan itu, beberapa personel BPBD Ngawi dan relawan datang dengan sebuah perahu karet. Satu per satu warga yang terjebak kepungan air dievakuasi.

Mereka yang berjam-jam mengungsi di lantai dua sebuah rumah warga itu lantas dibawa ke tempat aman dengan mobil patroli polisi. ‘’Ke sekolah dan balai desa,’’ kata Camat Ngawi Tatiek Sri Yhulliwaty.

Tatiek mengatakan, warga Desa Mangunharjo yang terdampak banjir mencapai ratusan KK. Mereka berasal dari Dusun Nguin, Ploso, Waruk, dan Pendem. ‘’Dusun Nguin dan Pendem, masing-masing sekitar 150 KK. Sekarang masih proses evakuasi. Debit air terus bertambah,’’ ujarnya saat dihubungi Radar Ngawi.

Banjir tak luput merendam Desa Kasreman, Geneng. Namun, sejauh ini belum ada data jumlah warga setempat yang terdampak. ‘’Yang air di rumahnya tinggi kebanyakan memilih mengungsi,’’ kata Kades Kasreman Sukoco.

Sukoco menjelaskan, saat ini sebagian warga mengungsi ke kantor kecamatan. Pun, ada yang memilih menumpang ke rumah tetangga yang berlantai dua maupun permukiman di lokasi agak tinggi. ‘’Yang tidak mau ke tempat pengungsian itu karena ingin menjaga harta bendanya di rumah,’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here