Banjir Mengancam Sejumlah Desa di Kabupaten Madiun

252

MADIUN – Sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun rawan banjir. Penyebabnya luapan sungai. Contohnya Kali Wulu yang meluap Jumat (18/1) lalu. Setidaknya 80 rumah terendam di Desa Tempursari, Kecamatan Wungu. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat menengarai sampah pemicunya. ‘’Aliran sungai jadi mampet,’’ kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BDPD Kabupaten Madiun Ervan kemarin (23/1).

Karena itu, BPBD bersih-bersih sungai dari sampah yang menyumbat aliran. Sampah kayu dan dedaunan, serta sebagian plastik diangkat dari sungai. Sebab, sampah itu membuat rumah warga sekitar aliran sungai jadi korban. Untuk itu pihaknya melakukan mitigasi penanggulangan bencana dengan membersihkan sampah di sungai. ‘’Kami kerahkan anggota untuk fokus mengurangi bencana banjir,’’ ujarnya.

Kemairn Dam Serut, Dusun Pojok, Ngadirejo, Wonoasri, dibersihkan. Kawasan tersebut juga terdampak  banjir Jumat malam (23/1). Bahkan, aliran sungai tersebut tersumbat serumpun bambu dan sampah lainnya. Akibatnya, sungai pun meluap. ‘’Itu sampah dari hutan di wilayah Kecamatan Madiun dan sekitarnnya,’’ ungkapnya.

Banjir tak hanya menggenangi rumah warga. Jalan alternatif Madiun-Mejayan juga terendam. Dia tak ingin hanya karena alasan sepele sampah yang dibuang sembarangan mengakibatkan bencana yang merugikan masyakarat. ‘’Butuh kesadaran masyarakat. Jangan membuang sampah apa pun di sungai,’’ imbaunya.

Dia menyebut wilayah setempat memang tergolong rawan banjir. Kawasana lainnya adalah Tempursari (Wungu), Nglames (Madiun),  Sogo dan Balerejo (Balerejo), Mojorayung dan Munggut (Wungu), Tulung (Saradan), dan Muneng (Pilangkenceng). ‘’Sudah kami pasang early warning system (EWS), agar debit air terpantau. Sehingga warga bisa segera mengungsi jika kondisi memburuk,’’ jelasnya.

Ada empat unit EWS yang sudah dipasang. Masing-masing di Desa Glonggong (Balerejo), Termpursari (Wungu), Sumberejo (Madiun), dan Palur (Kebonsari). Dia memastikan EWS dalam kondisi baik, sehingga berfungsi maksimal. ‘’Selalu kami cek,’’ klaimnya seraya menyebut EWS itu dipasang sejak 2014 lalu. (mg4/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here