Banjir Kiriman Rendam Dua Desa di Kecamatan Kwadungan

275

NGAWI – Sedikitnya dua desa di Kecamatan Kwadungan yakni Simo dan Purwosari terendam banjir kiriman. Kondisi itu diduga dampak tingginya debit air Bengawan Madiun di wilayah hulu setelah hujan deras mengguyur sepanjang Senin (4/3). ‘’Tapi, tidak sampai meluber ke permukiman warga. Genangan sebatas di area persawahan dan beberapa akses jalan,’’ kata Kusmadi, anggota relawan Ranger Ngawi, kemarin (5/3).

Kusmadi mengungkapkan, air mulai naik dan menggenangi sejumlah area persawahan serta jalan sejak pagi. Namun, dari hasil pantauannya, pada sore hari mulai surut. ‘’Tapi tidak tahu nanti kalau di wilayah hulu kembali turun hujan deras dengan intensitas tinggi,’’ ujarnya.

Dia mengimbau warga, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir, tetap waspada. Pun, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan relawan lain di wilayah hulu seperti Madiun dan Ponorogo. ‘’Kami pantau terus supaya nanti jika terjadi luapan bisa segera diantisipasi,’’ tuturnya.

Pantauan Radar Ngawi di Simo dan Purwosari, sejumlah area persawahan berubah menjadi hamparan air. Meski begitu, kemungkinan tidak banyak menimbulkan kerugian lantaran sebagian besar sawah yang terendam sudah dipanen. Sementara, meski diwarnai genangan air, Jalan Raya Kwadungan-Madiun masih bisa dilewati kendaraan.

Di Purwosari, wilayah terparah yang terendam air adalah RT 07 RW 01 Lingkungan Patalan, Dusun Ngemplak. Sedikitnya sembilan rumah digenangi air dengan ketinggian mencapai sekitar setengah meter. ‘’Kalau mau keluar masih bisa, tapi harus jalan kaki, kendaraan tidak bisa lewat,’’ ungkap Samini, salah seorang warga setempat.

Samini menyebut, biasanya ketika mengetahui air akan naik, warga langsung mengungsikan kendaraannya ke luar lingkungan tempat tinggal mereka yang aman. ‘’Banjir seperti ini biasa terjadi setiap musim penghujan,’’ ujar perempuan itu.

Dia menambahkan, sebenarnya pada 2016 lalu pihak pemerintah desa sempat berencana meninggikan akses jalan menuju lingkungan mereka. Namun, hingga kini belum terealisasi. ‘’Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan supaya kami tetap bisa beraktivitas seperti biasa,’’ harapnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here