Banjir Hilang Penyakit Datang

70

PACITAN – Bencana banjir yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Pacitan pekan lalu masih menyisakan masalah. Sisa lumpur yang mengeras berubah jadi debu dan beterbangan saat diterpa angin. Akibatnya, sebagian warga mengeluh polusi udara hingga serangan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). ‘’Banyak sekali debunya,  apalagi saat ada motor lewat atau kena aangin,’’ kata Nurul, salah seorang warga Dusun Krajan, Borang, Arjosari, kemarin (11/3).

Dua hari pascabanjir Rabu lalu (6/3), lumpur mulai mengering. Itu sisa luapan Sungai Grindulu yang membawa material tanah. Jarak perkampungan dengan bibir Sungai Grindulu kurang 100 meter. ‘’Gak ada yang sempat membersihkan, warga sibuk bersih-bersih rumah masing-masing,’’ ujarnya.

Imbasnya, kesehatan warga terganggu. Batuk, pilek, serta bersin berkepanjangan acap mendera warga setempat. Terlebih saat keluar rumah tanpa memakai masker. Dia khawatir bakal mengganggu kesehatan anak-anak yang kerap bermain di luar rumah. ‘’Bahkan debunya sampai masuk ke rumah, kadang jalanan itu saya semprot pakai air keran. Tapi cepat kering lagi,’’ ungkapnya.

Kasi Pengendalian dan Operasional Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Pacitan Bambang Supriyanto menambahkan, untuk antisipasi debu, pihaknya telah melakukan penyemprotan di tujuh titik pascabanjir. Mayoritas di tempat umum seperti sekolah dan jalan. Antara lain geopark Pantai Pancer Door, SMP Arjosari, polsek dan Koramil Arjosari, serta SD Gembong dan Borang. ‘’Kita prioritaskan pembersihan lumpur di tempat publik,’’ katanya.

Untuk permukiman, Bambang berharap warga sudi bergotong royong melakukan pembersihan. Mengingat tak seluruh tempat dapat dijangkau mobil pemadam kebakaran. Terkait kemungkinan titik penyemprotan lanjutan, pihaknya menunggu permintaan dari masyarakat. Jika memungkinkan, pembersihan lumpur bakal dilakukan. ‘’Saat ini kami fokus di Desa Borang karena cukup parah terdampak,’’ ujarnya di sela penyemprotan lumpur di desa setempat kemarin. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here