Banjir Dua Hari, Rugi Materi Rp 8,8 Miliar

82

PONOROGO – Kalkulasi rugi materi banjir dua hari ditaksir mencapai Rp 8,8 miliar. Kerugian atas bencana yang melanda enam kecamatan di Bumi Reyog itu didominasi sektor infrastruktur dan pertanian. ‘’Untuk sektor lain relatif tidak ada,’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni.

Dari sektor infrastruktur, kerugian mencapai Rp 6,8 miliar. Meliputi kerusakan lima jembatan dan 13 talut atau plengsengan. Kerusakannya fatal dan titiknya menyebar. Paling parah di jembatan Broto, Slahung. ‘’Kerugian materi dari putusnya jembatan Broto tembus Rp 1 miliar. Untuk membangun jembatan baru diperkirakan butuh Rp 1,3 miliar,’’ ujarnya.

Kerugian di sektor pertanian juga tak bisa disepelekan. Ipong menaksir sekitar 1.700 hektare sawah yang terendam banjir di enam kecamatan. Dari ribuan lahan, 305 hektare di antaranya dipastikan gagal panen alias puso. Ipong juga membeber alasan lamanya waktu mengumumkan hasil penghitungan kerugian. ‘’Formula untuk menghitung kerugian materi di pertanian itu tidak hanya satu. Apakah berdasar harga jual gabah kering, basah, atau nilai asuransi kerugian petani. Kami gunakan yang terakhir (asuransi, Red),’’ sebutnya.

Ipong memastikan akan ada penanganan dari dampak banjir yang rupanya cukup signifikan tersebut. Khusus infrastruktur talut maupun plengsengan sungai, pemkab bakal menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk meminta pembangunan talut permanen. Sementara jembatan, akan dianalisis lebih lanjut. ‘’Kalau aksesnya dilewati banyak orang, kami coba percepat pembangunannya melalui dana on call. Kalau tidak, bisa melalui APBD Perubahan,’’ tutur Ipong.

Terkait kerugian yang dirasakan petani, dinas pertanian (disperta) telah mengusulkan bantuan benih kepada pemprov. Khusus sawah yang gagal panen. ‘’Sudah kami usulkan, 25 kilogram (benih padi, Red) per hektare,’’ kata Kepala Disperta Harmanto.

Soal asuransi pertanian, disperta berjanji bakal mengikutsertakan petani dalam program tersebut. Ke depan, mereka bakal ditarik iuran Rp 36 ribu sekali musim panen. Klaim kerugian yang bisa diperoleh mencapai Rp 7 juta. ‘’Kami juga usul bantuan sarpras produksi berupa pupuk, melalui dana on call. Untuk jangka panjang, memang perlu normalisasi. Kalau tidak, ya akan banjir terus,’’ ucapnya.

Sejauh ini, bupati telah menginstruksikan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk normalisasi aliran sungai. Sekaligus mengampanyekan larangan buang sampah sembarangan, terutama di sungai. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here