Banjir Batu Ancam Dusun Wonosari

79

PACITAN – Bencana alam mengancam warga Dusun Wonosari, Karangrejo, Arjosari. Akses jalan penghubung antardesa setempat acap lumpuh. Pasalnya, banyak material batu menutup jalur menuju Desa Karanggede. Dampaknya tak hanya mengisolasi warga desa, namun juga mengganggu mobilitas angkutan proyek pembangunan Waduk Tukul. ‘’Karena itu, kami siagakan alat berat di lokasi (banjir batu, Red),’’ kota Khosim, bagian peralatan PT Brantas Abipraya.

Satu unit loader disiagakan guna mengantisipasi banjir batu di dusun tersebut. Pasalnya, beberapa hari terakhir debit Sungai Parangan semakin tinggi. Bahkan, Jumat lalu (25/1) jalur antardua desa tersebut sempat kembali tertutup. Itu lantaran hujan yang mengguyur semalaman membuat jembatan di Karangrejo tertutup material. ‘’Materialnya cukup tebal, sampai meluber ke jalan,’’ ujarnya.

Berkaca kejadian tahun sebelumnya, ancaman banjir batu di perbatasan antardesa tersebut amat membahayakan. Bahkan, ketinggian material mencapai lebih dari dua meter di atas jembatan. Hingga petugas mesti berjibaku berjam-jam guna membersihkan jembatan selebar 3,5 meter dan panjang 15 meter itu dari bebatuan. Banjir batu Jumat lalu pun membuat pihaknya kesulitan membersihkan material. Sebab, ketebalan batu di bawah jembatan lebih dari lima meter. ‘’Kami coba bersihkan agar aliran sungai lancar,’’ paparnya.

Sementara Suherman, salah seorang  warga setempat, menyebut warga Karangrejo, khususnya Dusun Wonosari, sudah terbiasa menghadapi banjir batu. Sebab, saat hujan intensitas sedang hingga lebat berdurasi lama, dipastikan terjadi banjir batu. Bahkan, beberapa waktu lalu material banjir sempat beberapa kali turun terdorong aliran sungai dari Gunung Parangan. ‘’Langsung dibuka jalannya, ada alat berat yang siaga,’’ katanya.

Dia mengungkapkan bahwa potensi kejadian 2018 terulang. Saat itu, banjir batu hampir terjadi saat hujan di Karangrejo. Pasalnya, material batu masih menumpuk di hilir sungai. Dia menduga saat ini aliran sungai terbendung tumpukan material. Warga khawatir hujan intensitas tinggi bakal membuat material turun dan menutup jalan. ‘’Kalau sekarang aliran airnya lumayan kecil, mungkin karena terhalang batu,’’ pungkasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here