Bangun Stasiun Baru di Barat, Ditargetkan April Selesai

224

MAGETAN – Keinginan Bupati Suprawoto agar kereta api (KA) eksekutif bisa transit di Stasiun Barat sekaligus nama stasiun itu diubah menjadi Stasiun Magetan memang sulit terlaksana. Namun, PT KAI menjamin sarana prasarana (sarpras) pelayanan transportasi kereta bagi masyarakat Magetan itu ditingkatkan.

Badan usaha milik negara (BUMN) yang menyelenggarakan jasa angkutan kereta api itu tengah membangun stasiun baru tak jauh dari lokasi Stasiun Barat. ‘’Stasiun lama kan terkena pembangunan double track. Jadi, dibangunkan yang baru,’’ kata Pelaksana Pembangunan Stasiun Barat Haryogi kemarin (13/2).

Saat ini, progres pembangunan tempat pemberhentian KA yang dikerjakan PT Modern Surya Jaya itu sudah mencapai sekitar 80 persen. Pada April 2019 mendatang proyek itu ditargetkan selesai bersamaan rampungnya pengerjaan jalur rel ganda.

Sebaliknya, jika pembangunan double track molor, bangunan stasiun itu tidak akan diserahterimakan terlebih dahulu. ‘’Karena operasionalnya bersamaan. Antara bangunan stasiun dan double track,’’ ujarnya.

Haryogi menuturkan, proyek itu sudah berjalan sejak Maret 2018 lalu. Pihaknya mengerahkan sekitar 45 tenaga kerja yang berasal dari warga setempat untuk merampungkan proyek tersebut. Di mana setiap pekerja mengerjakan bagian yang berbeda. Pengecualian saat masuk tahap finishing yang dikerjakan oleh tenaga ahli. ‘’Karena memang tidak bisa sembarangan orang bisa mengerjakan,’’ tuturnya.

Saat ini proses pengerjaannya menyentuh pada sisi dalam stasiun. Seperti pemasangan keramik dan pemolesan lantai. Sehingga pekerjaan tidak sampai terganggu cuaca. ‘’Sekarang sudah aman. Pekerjaan konstruksi yang memiliki porsi terbesar sudah selesai,’’ jelas Haryogi.

Konsep bangunan stasiun baru itu tak jauh beda dengan Stasiun Barat lama. Eksteriornya menyerupai bangunan peninggalan kolonial minimalis. Seperti penempatan mahkota pada puncak bangunan. Serta terdapat ukel di sisi kanan dan kiri konstruksi bangunan. ‘’Karena ini di Jawa, harus ada khasnya,’’ katanya.

Pada sisi interior bangunan tidak banyak yang berubah. Tapi, terdapat penambahan kafetaria. Juga dilengkapi dengan taman di sisi depan stasiun untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH).

Perbedaan ada pada letak entri penumpang. Pintu masuk berubah di sisi kanan. Karena tepat di depan bangunan stasiun baru itu terdapat dua rumah penduduk. Meski demikian, kata Haryogi, satker pembangunan sudah mengusulkan pembebasan lahan kepada PT KAI. Tujuannya untuk membuka akses jalan baru. ‘’Keputusan ada di mereka (PT KAI, Red). Kami pelaksana hanya mengusulkan supaya aksesnya mudah,’’ pungkasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here