Bangun RTH di eks Warem Malang, DLH Tunggu Persetujuan Bupati dan Pemprov

32
DIJADIKAN FASUM: Puluhan bangunan warem Malang, Maospati, yang sudah rata tanah direncanakan bakal dibangun ruang terbuka hijau (RTH).

MAGETAN – Pembangunan ruang publik di eks warem Malang, Maospati, menjadi wacana baru yang diusulkan Pemkab Magetan. Setelah puluhan bangunan semipermanen yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Magetan-Ngawi itu dibongkar oleh petugas Satpol PP Jatim, Rabu lalu (10/7).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun mengaku bahwa itu semua masih sebatas rencana. Karena pihaknya sampai saat ini juga belum mendapat persetujuan dari pemprov terkait pemanfaatan lahan bekas warem Malang tersebut. ‘’Kalau memang diberikan (kewenangan) pemprov, kami siap untuk mengelolanya menjadi ruang terbuka hijau (RTH),‘’ katanya kemarin (14/7).

Karena masih sebatas wacana, tentu belum ada anggaran yang dialokasikan. Tetapi, Muchlis memastikan bakal berkomunikasi dengan bupati untuk meminta petunjuk dan pertimbangan soal rencana pengelolaan lahan bekas eks warem Malang tersebut. ‘’Ada proses yang harus dilalui. Seperi aset itu harus diserahkan ke pemkab dulu dari pemprov. Juga harus mendapat dukungan dari masyarakat setempat,’’ paparnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Magetan Chanif Tri Wahyudi menegaskan bahwa pada dasarnya pemkab masih akan berfokus pada sterilisasi yang saat ini dilaksanakan. Meski demikian, secara gamblang dia menjelaskan bahwa lahan tersebut akan digunakan sebagai ruang terbuka hijau dan fasilitas umum. ‘’Kasatpol PP Jatim (Budi Santosa, Red) kan sempat menjelaskan bahwa pemanfaatan bekas lahan warem Malang diserahkan ke bupati,’’ katanya.

Namun, di luar itu, pihaknya bersyukur karena penertiban warem Malang tersebut bisa terlaksana tanpa kericuhan. Apalagi, warga memiliki kesadaran sendiri untuk memindahkan barang-barangnya. Sekalipun masih ada beberapa di antara mereka yang mokong. ‘’Tapi, tetap rencana ke depannya seperti apa harus segera ditentukan. Supaya lahan ini nantinya tak lagi didirikan bangunan liar oleh warga,’’ terangnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here