Bangun Pasar Bunga Sedot Rp 6 Miliar

42

MADIUN – Relokasi pedagang bunga di sepanjang Jalan Larasati segera terealisasi. Pemkot berencana membangunkan tempat yang layak bagi mereka tahun depan. Lokasinya di kawasan Jalan D.I. Panjaitan sampai Jalan Dawuhan. ’’Disiapkan lahan 1.000 meter persegi, yang mengerjakan dinas pekerjaan umum dan tata ruang (DPUTR),’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono.

Dia menambahkan, lokasinya berada di Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Pekerjaan sengaja ditangani oleh DPUTR karena di tempatnya tidak mempunyai tenaga teknis dan ahli. Kendati begitu, Gaguk menyebutkan, sesuai pembahasan saat musrenbang lalu, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun pasar bunga itu mencapai Rp 6 miliar. ’’Selain nggak punya tenaga teknis dan tenaga ahli, di dinas perdagangan juga kekurangan tenaga karena banyak yang pensiun,’’ ujarnya.

Sebenarnya pedagang bunga di barat GOR Wilis tidak terlalu mengganggu lalu lintas. Selain itu, mereka berjualan di pinggir saluran air sungai. Tapi, relokasi pedagang bunga tersebut sudah masuk dalam perencanaan daerah untuk jangka menengah. Tentu, mereka harus pindah. Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madiun, ada 58 pedagang bunga yang berjualan di sepanjang Jalan Larasati.

Selain berencana membangun pasar bunga, kata Gaguk, pihaknya bakal merevitalisasi Pasar Sleko pada 2020. Terutama pada bagian pujasera yang kondisinya saat ini sudah rusak. ‘’Secara teknis nanti semua yang menangani DPUTR,’’ terangnya.

Tapi, sebelum itu pihaknya bakal melakukan revitalisasi Pasar Besar Madiun pada 2019. Terutama penggantian aluminium composite panel (ACP) yang telah usang. ’’Anggarannya sekitar Rp 1,3 miliar,’’ ungkap Gaguk.

Dia menilai penggantian ACP sangat mendesak. Karena sebagian ada yang keropos. Gaguk mengatakan, jika tidak segera diganti dikhawatirkan dapat membahayakan pengunjung pasar. ‘’Saat ini revitalisasi PBM sudah masuk proses perencanaan,’’ tuturnya.

Jika proses itu selesai, selanjutnya dilakukan verifikasi oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Sebelum kemudian dilakukan pemaparan oleh dinas perdagangan. Baru setelah itu tahapan berikutnya dilakukan lelang. ‘’Secepatnya ya targetnya. Karena ini juga demi kenyamanan pengunjung pasar. Makanya ACP harus segera diperbarui,’’ pungkasnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here