Bangga Dipoles Pelatih Vokal Papan Atas Indra Aziz

162

Kota Madiun tak pernah kehabisan talenta penyanyi jempolan. Satu lagi nama yang pantas dikedepankan adalah Shafa Annisa Rahmasari. Gadis 17 tahun itu sudah malang melintang di kompetisi level provinsi maupun nasional.

SUARA Shafa Annisa Rahmasari terdengar merdu saat menyanyikan lagu Labirin milik Tulus. Sambil bernyanyi, jari jemari Shafa lincah memainkan tuts piano. Aksi itu terekam dalam video pendek yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Sejauh ini posting-an tersebut sudah mendapat 742 likes.

Belakangan, Shafa memang sering mengunggah video cover lagu. Mulai tembang dengan nada-nada sederhana hingga yang memiliki tingkat kesulitan tinggi macam lagu-lagu legendaris milik Whitney Houston. ‘’Beberapa di antaranya request teman. Lumayan sambil latihan vokal,’’ katanya.

Selain berlatih mandiri, Shafa biasa practice dengan aplikasi besutan pelatih vokal papan atas Indra Aziz yang diunduh dari Google Play Store. ‘’Aplikasinya cukup membantu latihan menyanyi, lebih ke mengeksplorasi kemampuan vokal, kadang juga dari YouTube,’’ ujarnya.

Shafa mengenal aplikasi tersebut saat bertemu Indra Aziz dalam ajang pencarian bakat di sebuah stasiun televisi swasta. Saat itu dia berkesempatan berlatih vokal langsung dengan Indra di Jakarta. ‘’Dia (Indra Aziz, Red) yang menyarankan pakai aplikasi,’’ tuturnya.

Remaja 17 tahun itu sedari kecil gemar mengikuti ajang pencarian bakat. Saat usia enam tahun pernah mengikuti audisi di Jogjakarta. Dari ribuan peserta hanya 45 yang lolos ke Jakarta. ‘’Tapi mentok di 45 besar,’’ ucap pelajar kelas XI SMA ini.

Bagi Shafa, kontes kenamaan membuka kesempatan bertemu langsung dengan penyanyi papan atas seperti Judika dan Rossa. Sedikit masukan dari mereka sangat berarti bagi sulung dari tiga bersaudara ini. ‘’Paling berkesan saat bertemu coach Aziz, karena dilatih vokal langsung,’’ akunya bangga.

Kemampuan olah vokal Shafa juga mengantarnya membukukan banyak trofi kejuaraan menyanyi tingkat provinsi. Agustus lalu, dia mewakili Kota Madiun pada kompetisi di Sidoarjo. Sayang, langkah Shafa terhenti di babak 10 besar. ‘’Akhir November nanti saya maju ke pemilihan bintang radio tingkat nasional,’’ imbuhnya.

Pemilihan lagu yang tepat diyakini menjadi faktor di balik kesuksesan warga Premier Residence, Taman, Kota Madiun, ini. Dia merasa warna vokalnya mirip Kelly Clarkson. Karena itu, Shafa cukup sering membawakan lagu-lagu jawara American Idol musim pertama tersebut.

‘’Terakhir waktu grand final di Sidoarjo itu saya membawakan lagu I Don’t Think About You. Itu termasuk lagu yang paling menantang buat saya,’’ kata gadis yang juga mengidolakan Whitney Houston ini.

Setiap berlatih ada tiga poin penting yang menjadi fokus perhatiannya. Pernapasan kuat, powerfull saat menyanyi, dan lebih banyak menggunakan suara perut. ‘’Sampai sekarang masih terus mengasah kemampuan suara perut,’’ ujarnya.

Selama ini Shafa biasa mendatangi guru vokal khusus saat hendak mengikuti kompetisi atau tampil di acara tertentu. ‘’Kalau dulu waktu masih SD rutin privat seminggu dua kali,’’ terangnya. ****(dila rahmatika/c1/isd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here