Bandar Arisan Online Gelapkan Rp 2 Miliar

98

PONOROGO – Aksi tipu-tipu berkedok arisan online dibongkar Polres Ponorogo. DLD, 21, warga Desa Mojorejo, Jetis, Ponorogo, diamankan petugas atas laporan korban dari Surabaya dan Bandung yang datang ke daerah setempat, Rabu malam (27/3). Pelaku diduga telah melakukan penipuan terhadap anggota arisan online berjumlah 200 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Pun menggelapkan uang arisan yang totalnya diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Petugas juga mengamankan pacar pelaku, ZM, 23, warga Desa Manyaran, Banyakan, Kediri. ZM diduga turut berperan dalam menjalankan arisan online tersebut. Keduanya menjalani pemeriksaan di Polres Ponorogo. ’’Kami hanya mengamankan, karena korbannya bukan berasal dari Ponorogo,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant.

Radiant mengungkapkan, pelaku mengawali kegiatan arisan online sejak September tahun lalu. Untuk menjaring anggota, pelaku menggunakan akun Instagram @cewekperlu. Kemudian warga yang bergabung dimasukkan grup WhatsApp. Tidak hanya satu grup, melainkan anggota dimasukkan ke grup sesuai dengan wilayah domisili masing-masing.

Awalnya arisan online tersebut berjalan cukup lancar. Namun, entah kenapa DLD menghapus akun Instagram dan WhatsApp, Minggu lalu (24/3). Padahal, tanggal tersebut merupakan waktu untuk mencairkan arisan. Sehingga membuat anggota kebingungan dan kesal.

Aksi yang dijalankan terkesan rapi dan menggiurkan. Anggota disuguhkan tiga tipe arisan online. Mulai harian yang diundi tiap lima hari sekali, mingguan yang diundi dua minggu sekali, dan bulanan yang diundi tiap bulan. Anggota bebas memilih tipe arisan yang dikehendaki.

Untuk arisan harian anggota cukup membayar minimal Rp 150 ribu. Sementara mingguan berkisar Rp 750 ribu. Sedangkan arisan bulanan minimal Rp 5 juta. Pembayaran dilakukan anggota dengan mentransfer via rekening. ’’Ternyata rekening yang dipakai bukan atas nama yang bersangkutan, itu yang perlu didalami lebih lanjut,’’ ungkapnya.

Petugas mencium kejanggalan. Pelaku menggunakan rekening atas nama orang lain untuk mengumpulkan pembayaran dari seluruh anggota. Setelah terkumpul, uang tersebut kemudian dipecah ke beberapa rekening. Temuan tersebut cukup menguatkan kepolisian untuk menjerat pelaku secara hukum. ’’Sementara temuan di Ponorogo ini yang memenuhi unsur pidana,’’ sambung Radiant.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti. Berupa uang cash senilai Rp 34,8 juta dan uang di rekening ATM sebesar Rp 205 juta. Petugas juga mengamankan beberapa kartu ATM, buku tabungan, dua tas, dan handphone yang digunakan untuk menjalankan arisan online. Pun petugas mengamankan mobil Honda Civic model terbaru nopol AD 7788 QE yang dibeli pelaku dari hasil arisan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum dapat menyampaikan hasil pemeriksaan. Rencananya kasus tersebut selanjutnya ditangani Polrestabes Bandung. Sebab, salah satu korban arisan online yang berasal dari Bandung telah melaporkan ke Polrestabes Bandung. ‘’Hasil koordinasi, korban sudah lapor ke Polrestabes Bandung. Selanjutnya pelaku dijemput tim dari Polrestabes Bandung,’’ terangnya. (mg7/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here