Pacitan

Bambang Antoro Tujuh Tahun Beternak Love Bird

Telur love bird gagal menetas pada 2012. Lima tahun berselang, puluhan pasang indukan mati terdampak banjir besar. Namun, Bambang Antoro tak berpaling dari breeding love bird.

—————- 

DENI KURNIAWAN, Pacitan, Jawa Pos Radar Pacitan

PEKIK burung love bird saling bersahut dari sebuah bangunan di halaman belakang rumah Bambang Antoro. Sesekali, burung warna-warni itu menggelepar. Kicau kian riuh setelah empunya masuk kandang. Satu per satu kotak pengeraman dibuka. Sebelum akhirnya keluar dan lantas melepas masker dari mulutnya. ‘’Mengecek indukan yang anggrem (mengerami telur, Red). Agar penetasannya sukses harus sering-sering dilihat,’’ katanya.

Bambang tidak ingin kejadian pada 2012 lalu terulang. Kala itu awal breeding love bird banyak telur yang gagal menetas. Selain anakan menetas mati karena indukan tak mau merawat, juga luka karena dipatoki induknya sendiri. ‘’Itu karena indukan stres,’’ jelas warga Gang Cempaka, Kelurahan Baleharjo, Pacitan, tersebut.

Pria 36 tahun ini berpikir keras biang kegagalan breeding. Bertanya dari sesama pehobi love bird hingga membaca artikel seputar burung bernama latin Agapornis tersebut. ‘’Ternyata indukan stres karena terganggu kedatangan manusia. Tapi, setelah tahu itu, saya malah sering keluar masuk kandang agar burung terbiasa,’’ bebernya.

Penetasan semakin hari semakin membaik. Persentase keberhasilan breeding mencapai 80 persen. Dari lima butir telur, tiga sampai empat penetasan berhasil hidup. Masa pengeramannya di rentang 21 hingga 25 hari. Selama 10 hari pertama, Bambang merawat burung itu layaknya bayinya sendiri. Mengatur makanan utama dan tambahan. ‘’Kebersihan kandang juga harus diperhatikan agar jauh dari penyakit,’’ ujar bapak satu anak ini.

Kini Bambang memiliki 40 pasang indukan. Jumlah itu berkurang dari yang awalnya 50 pasang karena mati masal saat banjir besar 2017. Namanya hobi, dia enggan berpaling dari breeding love bird. ‘’Keuntungan juga lumayan meski tak seramai dulu,’’ ucap suami Anggi Anggarini ini.

Harga satu ekor anakan love bird berbeda satu sama lain. Bergantung pada jenis warna dan kicauannya. Spesiaslias warna dipatok Rp 60 ribu–Rp 100 ribu per ekor. Sedangkan kicau hingga jutaan. ‘’Pernah dibeli Rp 2 juta,’’ ungkapnya. ***(cor/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close