Balapan sampai Puncak, Pendaki Hilang di Pasar Setan

1268

MAGETAN – Pantang bagi seorang pendaki jemawa dan bercanda kebablasan. Jika itu diabaikan, risiko sudah menanti. Seperti dirasakan Alvi Kurniawan, 20, yang dilaporkan tersesat saat melakukan pendakian ke Lawu via Candi Cetho.

Warga Desa Mejing, Kecamatan Candi Mulyo, Magelang, itu hilang saat tahun baru. Informasinya, saat itu Alvi bersama keenam temannya ingin mendaki saat tahun baru di Gunung Lawu. Mereka menempuh jalur pendakian via Candi Cetho yang berada di Jawa Tengah. Jalur ini dikenal ekstrem dan sulit. ’’Kami dapat laporan dari tim Basarnas Karanganyar, ada pendaki hilang dan ini terus dilakukan pencarian,’’ kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santoso.

Sesuai laporan terakhir, Alvi sempat terlihat di Pasar Dieng atau Pasar Setan. Sesuai kronologi, awalnya pendakian via Candi Cetho lancar. Namun, saat di perjalanan, Alvi sempat mengobrol dengan Fitria dan Janika, pendaki perempuan dari Wonosobo. Saat berada di padang sabana, Alvi sempat menantang pendaki perempuan itu. Tantangannya, siapa yang sampai lebih dulu di puncak langsung ditraktir di Warung Mbok Yem. ’’Teman-teman Alvi memilih nge-camp di bawah Pos 5, sedangkan Alvi lanjut menuju puncak,’’ jelas Ari.

Sampai sekitar Pasar Dieng, Fitria dan Janika mengalami kelelahan. Keduanya memutuskan untuk berhenti. Tanpa disadari, Alvi terus mendaki karena ingin lebih dulu sampai puncak. Selang beberapa jam, Supriyanto dan Anam berusaha menyusul. Sebab, Alvi tak kunjung terlihat batang hidungnya. Namun, sekitar pukul 12.00 sampai puncak, mereka justru tak melihat Alvi. ’’Keduanya memutuskan turun ke Hargo Dalem dan terus mencari,’’ ujarnya.

Namun, sampai Selasa sore (1/1) Alvi masih tak terlihat. Rombongan itu lantas berinisiatif menunggu rekannya. Lantaran tidak ada kabar, Supriyanto memilih melaporkan kejadian itu. Diperkirakan Alvi tersesat karena bingung dengan kondisi medan. Sebab, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat. ’’Kami terus cari sampai hari ini, belum ada hasil,’’ tuturnya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Perhutani untuk menutup jalur pendakian via Cemoro Sewu. Sebab, kondisi cuaca begitu ekstrem. Naiknya intensitas hujan yang disertai petir dan angin kencang akan membahayakan para pendaki. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here