Balada Pilkades: Polisi Minta Warga Tak Terprovokasi

44
ORASI: Massa pendukung Cakades 01 Pager berunjuk rasa di depan gedung DPRD, Kamis (13/6).

PONOROGO – Polisi mendapati adanya percobaan pembakaran poskamling di Pager, Bungkal. Ancaman itu terendus Selasa malam (11/6). Polisi menjadikannya atensi dan mengembangkan penyelidikan. ‘’Kondisi masyarakat Insya Allah masih kondusif. Namun kami tidak ingin melepas begitu saja. Pager akan terus kami sambangi dan patroli,’’ tutur Kabag Ops Polres Ponorogo Kompol Basuki Nugroho, Kamis (13/6).

Di sisi lain, polisi tetap menghormati dan memfasilitasi penyampaian aspirasi. Tentu, dengan cara-cara yang tidak menyalahi aturan. Diharapkan, masyarakat tetap rukun demi menjalin kehidupan secara nyaman. ‘’Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi dan diadu domba. Kami segera koordinasi dengan muspika setempat,’’ kata Basuki.

Dari 198 desa yang menggelar pilkades serentak Mei lalu, nasib pilkades di Pager Kecamatan Bungkal itu belum benderang. Panitia pilkades tingkat kabupaten telah menyodorkan hasil telaah kepada bupati. ‘’Hasil itu (telaah panitia kabupaten) sudah disampaikan kepada saya,’’ tukas Bupati Ipong Muchlissoni.

Ipong mengaku telah menerima telaah dari panitia pilkades kabupaten setlah kantornya didemo, akhir bulan lalu. Sekda Agus Pramono yang menerima perwakilan massa kala itu berjanji menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran bersama panitia pilkades kabupaten. Kemarin (13/6), massa kembali menyuarakan aspirasinya. ‘’Belum mengambil keputusan (terkait pilkades Pager),’’ kata dia.

Menurut Ipong, telaah yang telah sampai kepadanya menyatakan bahwa hasil rekapitulasi suara pilkades Pager telah sesuai prosedur. Sehingga, panitia kabupaten merekomendasikan kepada Ipong untuk mengesahkan pemenangnya (Cakades 02 Setyarini). Merujuk hasil rekapitulasi perolehan kedua calon terpaut selisih dua suara. Setyarini meraup 611 suara, sementara Agusdian memperoleh 609 suara. ‘’Kalau dari hasil telaah, agar saya mengesahkan hasil yang sekarang ada itu (sesuai hasil rekapitulasi suara oleh panitia pilkades Pager),’’ tegas Ipong.

Telaah panitia kabupaten tentu, kata Ipong, menjadi pertimbangannya. Keamanan dan kondusivitas masyarakat juga harus dipertimbangkan. Bupati terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memantau suasana di Pager. ‘’Apakah yang gencar menolak hanya orang-orang tertentu, atau memang menyeluruh dan mempengaruhi kondusivitas. Perlu hati-hati dalam memutuskan,’’ imbuh bupati. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here