Magetan

Bajindul Sukses Raup Dolar dari Nge-vlog

Nama Parindra Sidik Cahyono alias Bajindul berkibar di dunia maya. Tampang ndeso dan kepolosannya justru membuat video-video di channel YouTube-nya ditunggu netizen. Lewat itu pula mantan TKI tersebut mampu meraup pundi-pundi dolar.

DENGAN latar belakang lalu lalang kendaraan, Parindra Sidik Cahyono tampak sedang terlibat tawar-menawar harga barang dengan pemilik sebuah toko sepatu bekas. Uniknya, meski menggunakan bahasa Korea dengan fasih, logat Jawa pria itu terdengar kental. ‘’Ini waktu masih kerja jadi TKI (tenaga kerja Indonesia, Red) di Korea,’’ ujar Parindra sembari mematikan tayangan video di smartphone miliknya.

Video yang diunggah ke YouTube lewat channel Gokil Abis itu hingga kini sudah ditonton hampir 295 ribu kali. Juga 3.700 like dan sekitar 1.600 komentar yang mayoritas bernada positif.

Ya, pria yang lebih dikenal sebagai Bajindul itu merupakan seorang vlogger. Sejauh ini channel YouTube-nya sudah mendapat 400 ribu subscriber. ‘’Sudah hampir lima tahun aktif nge-vlog,’’ kata warga Desa Nguri, Lembeyan, Magetan, itu.

Bajindul tidak menyangka aktivitasnya nge-vlog mengantarnya menjadi bak selebriti dunia maya. Sedari awal, niatanya mengunggah video dengan konten daily activity itu sekadar untuk dokumentasi selama menjadi TKI di Negeri Ginseng.

Awalnya, Bajindul mengunggah video-videonya ke Facebook. Belakangan setelah seorang menyarankan di-upload ke YouTube agar menghasilkan uang. ‘’Dapat duitnya dari mana, awalnya nggak tahu,’’ ucap vlogger yang saat subscriber-nya tembus 100 ribu mendapat plakat silver dari YouTube ini.

Tahun pertama dia tidak mendapatkan sepeser pun dari YouTube seperti yang dikatakan sang teman. Tapi, itu tidak membuat Bajindul berhenti mengunggah video. ‘’Akhirnya tahu kalau cara dapat duitnya itu dari Adsense. Pendapatan pertama yang saya terima Rp 9 juta,’’ kenang pria 27 tahun tersebut.

Berada di Korea yang teknologinya terbilang maju memberi keuntungan bagi Bajindul. Selama di sana dia nyaris tidak pernah mengalami susah sinyal handphone sehingga setiap saat bisa meng-upload video. ‘’Tema video kadang dari masukan yang komen,’’ sebut pria yang saat di Korea bekerja di pabrik kaca ini.

Seiring berjalannya waktu, Bajindul semakin lancar berbahasa Korea. Meski begitu, dia memilih menggunakan bahasa Jawa dalam video-videonya. Itu pula yang membuatnya pede (percaya diri) saat merekam aktivitas sebelum akhirnya diunggah ke YouTube. ‘’Orang-orang sana cuek karena tidak mengerti apa yang saya katakan (saat nge-vlog, Red),’’ ujarnya. (isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close