Bahu Jalan Yos Sudarso Steril PKL

71

NGAWI – Rencana satpol PP menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan Yos Sudarso membuat mereka keder juga. Setidaknya, mereka mulai memindahkan lapaknya ke jalur lambat. ‘’Kalau yang di trotoar masih bisa ditoleransi, tapi bahu jalan harus steril,’’ kata Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono kemarin (14/3).

Arif menjelaskan, penggunaan bahu jalan untuk berjualan melanggar aturan. Baik peraturan daerah (perda) setempat maupun peraturan lalu lintas. Pun, keberadaan para PKL di Yos Sudarso saat ini dinilai sudah sangat mengganggu pengguna jalan tersebut. ‘’Makanya, untuk awal ini akan kami fokuskan di satu lokasi itu dulu,’’ ujarnya.

Terkait penertiban yang rencananya digelar pekan depan itu, pihaknya telah melayangkan surat peringatan dan memberikan sosialisasi kepada para PKL. Lalu, bagaimana kalau ada pedagang yang ngotot enggan pindah? ‘’Asalkan itu tidak di bahu jalan tidak masalah. Intinya, bahu jalan harus steril dari PKL,’’ tegas Arif.

Untuk sementara, para pedagang disarankan memindahkan lapaknya di jalur lambat jika memang belum memiliki tempat lain yang secara aturan masih diperbolehkan. ‘’Sebenarnya untuk sepeda pancal dan becak. Tapi, kita tahu sekarang sudah jarang orang bersepeda, becak juga lebih sering menggunakan jalur tengah,’’ papar Arif.

Arif menyebut, jika penertiban di Jalan Yos Sudarso berlangsung mulus, hal serupa diberlakukan kepada para PKL Ahmad Yani. Sebab, kondisi PKL di jalur tersebut juga sudah mulai semrawut dan banyak yang menggunakan bahu jalan. Terutama di sekitar Toko Luwes. Sedangkan keberadaan para PKL di seputar Alun-Alun Merdeka, menurutnya, belum berdampak signifikan kepada pengguna jalan di kawasan tersebut.

Arif menambahkan, langkah penertiban itu untuk mengawali rencana besar pemkab dalam melakukan penataan ulang PKL. Sebelumnya, pemkab bermaksud menertibkan semua PKL yang mangkal di kawasan Ngawi Kota. Informasi yang beredar, penertiban bakal dilakukan Mei mendatang, bertepatan dengan Ramadan. Namun, meski sudah beberapa kali digelar rapat pembahasan, sejauh ini belum terlihat progresnya.

Pantauan Radar Ngawi kemarin, para PKL Jalan Yos Sudarso sudah memindahkan lapaknya. Mereka terpaksa menempati jalur lambat seperti yang diharapkan satpol PP kendati penghasilan turun drastis. ‘’Turun sampai separo,’’ kata salah seorang PKL yang enggan disebut namanya.

Selain mengeluhkan omzet anjlok, dia mengkritik pemkab yang dinilai tebang pilih dalam upaya penertiban. ‘’Sebenarnya tidak masalah (ditertibkan, Red) asalkan adil. Kalau kami dianggap mengganggu (lalu lintas), kenapa yang parkir di bahu jalan itu tidak ditertibkan sekalian,’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here