Bahaya, Daya Beli Mulai Menurun, Begini Kata BPS

116

MADIUN – Pekerjaan berat menanti Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Madiun. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun memberi sinyal agar inflasi bisa dikendalikan. Sebab, posisi di Kota Karismatik berada dibawah perhitungan inflasi Jawa Timur. ’’Mengalami minus, artinya ada deflasi sebesar 0,10 persen, sehingga inflasinya minus 0,01 persen,’’ ujar Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian.

Dia menambahkan, deflasi terjadi  lantaran turunnya indeks harga konsumen (IHK) pada tiga kelompok komoditas. Di antaranya, kelompok bahan makanan,  transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Sementara, lima kelompok lainnya mengalami inflasi. ’’Kesehatan, sandang, makan jadi, minuman, rokok dan tembakau, paling rendah perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar,’’ jelasnya.

Lanjutnya, TPID patut mewaspadai angka deflasi maupun inflasi di Kota Madiun. Sebab, baik deflasi maupun inflasi ada batasannya. Deflasi minus 10 persen tidak baik untuk pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Ambil contoh, kata dia, salah satu yang terdampak jika ini terjadi adalah industri. ’’Dalam hal ini industri tidak bergairah,’’ kata Firman.

Sebaliknya, jika inflasi ebih dari 10 persen juga kurang bagus untuk pertumbuhan ekonomi.  Menandakan daya beli masyarakat menurun. Sebab, kata dia, barang melimpah sementara tidak ada yang membeli produk tersebut. ’’Kalau kita bandingkan dengan rata-rata inflasi Jawa Timur masih dibawah inflasi Jawa Timur. Perlu hati-hati pada bulan-bulan kedepan dalam mengendalikan inflasi. Terutama tim TPID. Karena ada sedikit (inflasi) di bawah Jawa Timur,’’ jelasnya. (mg2/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here