Magetan

Badai Menerjang Semalam Suntuk, Jalur Pendakian Puncak Lawu via Cemoro Sewu Ditutup

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Jalur pendakian ke puncak Lawu via Cemoro Sewu ditutup sejak Senin pagi (21/10). Itu menyusul empasan badai di sepanjang jalur. Bahkan, beberapa warung di pos 5 rusak. Atap diterjang angin kencang sejak malam hingga pagi. ‘’Kami harus berlindung dari badai semalaman,’’ kata Slamet Riyanto, salah seorang pendaki asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Menurut Slamet, badai sudah terjadi sejak pukul 21.00 Minggu malam (20/10). Beruntung tidak ada pendaki yang terluka. Pun tidak ada pepohonan yang tumbang. Namun, kios pedagang tidak ada yang terselamatkan. Atap terpal diterbangkan angin kencang. ‘’Para pedagang juga banyak yang turun,’’ ujarnya.

Slamet dan kawan-kawannya tidak terlalu panik saat badai menerjang. Sebab, tidak disertai hujan. Mereka masih bisa berlindung di tenda. Selain itu, intensitas badai tak terlalu membahayakan. Bahkan, siang kemarin sudah berkurang. ‘’Sudah tak separah kemarin malam,’’ ungkapnya.

Dia menyebut masih ada beberapa pendaki di atas. Pun petugas sudah mengimbau para pendaki untuk segera turun; menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Slamet memilih turun karena pendakiannya sudah selesai. ‘’Kebetulan memang mau turun,’’ tuturnya ditemui di base camp Cemoro Sewu.

Terpisah, Kepala RPH Sarangan Kholil menyatakan resmi menutup jalur pendakian. Pihaknya sudah mendapat kabar dari petugas di pos 5 terkait badai sejak pukul 21.00 Sehingga, paginya jalur pendakian ditutup demi keamanan para pendaki. Kholil menyebut, masih ada sekitar 20 pendaki yang belum turun. ‘’Mereka tidak terjebak, tapi memang masih dalam perjalanan turun,’’ jelasnya.

Dia belum bisa memastikan sampai kapan jalur pendakian ditutup. Pasalnya, belum ada prediksi cuaca akan membaik. Sehingga, dia mengimbau para pendaki yang hendak muncak untuk mengurungkan niatnya. Dia mempersilakan para pendaki menginap di base camp sampai cuaca kembali normal. ‘’Demi keamanan, kami harap pendaki memahami kondisi ini,’’ pungkasnya. (fat/c1/sat)

RAWAN: Sepanjang jalan tembus Cemoro Sewu rawan terjadi pohon tumbang.

Pohon Tumbang Ganggu Arus Lalu Lintas

CUACA ekstrem yang ditandai angin kencang kerap mewarnai wilayah lereng Gunung lawu. Bahkan, dini hari kemarin (21/10) sebuah pohon besar jenis rustania tumbang di jalan tembus Cemoro Sewu. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas sempat tersendat. ”Beruntung, tidak menimpa pengguna jalan,” kata Lamidi, warga setempat.

Kemarin pagi pohon yang tumbang melintang di jalan itu berhasil dievakuasi. Namun, ukuran batang yang cukup besar membuat petugas butuh waktu cukup lama untuk memotongnya. ”Sejak Minggu sore (20/10) anginnya sudah kencang,” ungkapnya sembari menyebut kala itu ada dua pohon sejenis yang tumbang di dua lokasi berbeda.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Fery Yoga Saputra menyebut, cuaca ekstrem biasa terjadi pada musim pancaroba. ”Seperti adanya hujan es, hujan lebat secara tiba-tiba, dan angin kencang sesaat,” sebut Fery.

Meski berlangsung sesaat, kata dia, angin kencang itu bersifat merusak. Namun, tidak selalu masuk kategori puting beliung. ‘’Dalam ilmu meteorologi berupa empasan udara dingin yang berasal dari awan kumulonimbus atau biasa disebut downburst,” jelasnya.

Fery mengimbau warga dan para pendaki tidak menyalakan perapian tanpa ditunggui. Sebab, angin kencang berpotensi mempermudah api menjalar. ‘’Waspadai juga perubahan cuaca, karena bisa mengganggu kesehatan,” pungkasnya. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close