Awal Bulan Mutasi Besar-Besaran

124

MAGETAN – Dag dig dug hati para pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Madiun. Terutama para pejabat eselon II. Gerbong mutasi sudah mulai digerakkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Magetan. ‘’Berkas (pengadaan assessment kepala OPD) sudah naik ke pimpinan,’’ terang Kepala BKD Magetan Suko Winardi.

Hanya, masih belum ada keputusan dari Penjabat Pj Bupati Magetan Gatot Gunarso dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Bambang Trianto. Setelah diputuskan waktunya, para kepala OPD itu harus mengikuti assessment yang dilakukan rutin setiap dua tahun itu. Hasil assessment itu bakal digunakan BKD untuk menempatkan para pejabat eselon II itu pada OPD barunya. ‘’Assessment ini kan semacam penilaian untuk mengetahui kompetensi teman-teman,’’ katanya.

Suko memperkirakan, mutasi digelar selepas bulan ini. Sembari menanti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih 24 September mendatang. Sehingga, setelah hasil assessment itu keluar, tidak tertutup kemungkinan bakal terjadi pelukiran antar pejabat. Semuanya ditentukan dari hasil assessment tersebut. ‘’Karena (OPD, red) kosong sudah ada yang menempati. Biarpun belum dilantik,’’ ujarnya.

Kendati demikian, pelantikan para pejabat yang mengikuti assessment itu tidak bisa serta merta dilakukan. Masih terkendala tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 ini. Dimana enam bulan pasca pelantikan, bupati baru dapat mengganti para pejabatnya. Kecuali dalam rentang waktu itu pemkab mendapatkan restu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). ‘’Biar tidak bisa langsung melantik, assessment tetap kami laksanakan,’’ jelasnya.

Untuk mendapatkan restu Mendagri itu terbilang memakan waktu. Terbukti izin untuk melantik 12 kepala OPD anyar, yang diajukan sejak Bupati Sumantri menjabat hingga kini belum turun. Padahal, proses seleksi terbuka itu sudah dilaksanakan panitia seleksi (pansel) sejak akhir 2017 lalu. Dimana seleksinya dilakukan hingga dua kali, yang kedua yakni pada awal tahun ini. ‘’Ya, karena tidak bisa berjalan sendiri, kami mengikuti aturan yang ada,’’ katanya.

Mutasi nanti dipastikan besar-besaran. Perputaran jabatan tak hanya diberlakukan bagi pejabat eselon II. Juga, jajaran pejabat di bawahnya. Mereka ada yang dipromosikan mengisi jabatan kosong yang ditinggalkan para pejabat eselon III yang lolos dalam seleksi terbuka. Meski banyak pergeseran, namun jabatan di lingkup pemkab Magetan tidak akan pernah terisi penuh. Bakal ada kursi yang bakal diisi pelaksana tugas (Plt). ‘’Karena jumlah PNS masih kurang,’’ pungkasnya. (bel/fin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here