Atur Buka-Tutup Pintu Air Sarangan

1141
DITUTUP: Pintu air Telaga Sarangan ditutup guna menampung air sebelum kembali dialirkan ke petani.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pasokan air dari Telaga Sarangan untuk keperluan irigasi pertanian di wilayah Plaosan, Sukomoro, dan Kawedanan tersendat. Kondisi itu menyusul ditutupnya saluran pintu air telaga oleh BBWS Bengawan Solo dan DPUPR Magetan terhitung mulai Selasa (10/9).

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Magetan Yuli Karyawan Iswahyudi mengatakan, sejak penutupan pintu air Telaga Sarangan itu diberlakukan, keluhan datang bertubi-tubi dari para petani kepadanya. Dia menyebut penutupan dilakukan sementara. Sambil menunggu inflow atau air yang masuk dari Dam Ngluweng mencukupi. ‘’Saat ini, debitnya masih 200 liter per detik,’’ ujarnya.

Yang jelas, pintu air itu tidak akan ditutup selamanaya. Tetapi, hanya diatur pengoperasiannya. Karena mesti disesuaikan dengan debit air yang tersedia. ‘’Pada intinya agar bendungan tidak kering,’’ tuturnya.

Yuli mengungkapkan, aliran air dari Telaga Sarangan selama ini terdistribusi ke dua saluran. Yakni, dari Plaosan ke Sukomoro. Kemudian, dari Plaosan ke Kawedanan. Tapi, kondisi sekarang aliran air itu tidak sampai ke tujuan. Karena debitnya mengecil. ‘’Utamanya (dampak) musim kemarau dan untuk melayani petani di atas sudah banyak,’’ katanya.

Meski begitu, dia menyebut sumber air dari Dam Ngluweng untuk Telaga Sarangan masih dalam level aman. Untuk menjaga volume air telaga, diberlakukan buka-tutup pintu air selama dua hari sekali. ‘’Sumber air dari Dam Ngluweng itu bercabang dua. Satu sisi alirannya ke Telaga Sarangan, sedangkan sisi lainnya langsung dimanfaatkan oleh para petani yang mempunyai perkebunan di Desa Ngancar,’’ terang Yuli. (fat/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here