Atlet Muay Thai Kota Madiun Berjaya di Sleman

39

MADIUN – Olahraga Muay Thai baru hitungan bulan terdaftar di KONI Kota Madiun. Meski begitu, cabor ini telah membuahkan prestasi. Pada bulan lalu atlet Kota Karismatik berhasil meraih satu tiga emas dan satu perak dari kejuaraan di Sleman.

PUKULAN dan tendangan dilayangkan Luvi Nugroho dengan bertubi-tubi kepada lawannya di pojok ring. Beberapa menit berselang dia mendekap tubuh musuh dan kembali menghujaninya dengan pukulan hingga tak berkutik.

Wasit lantas memisahkan tubuh keduanya. Sesaat kemudian, mengangkat tangan kanan Luvi disambut sorakan meriah penonton. Setelah itu, Luvi memeluk lawannya sebelum akhirnya turun dari ring.

Momen itu terekam saat Luvi tampil di final Amateur Kickboxing Tournament di Sleman 16 Maret lalu. ‘’Sempat grogi juga pas lihat tatonya. Kelihatannya garang, tapi setelah di atas ring ternyata tenaganya kalah sama saya,’’ kata Luvi.

Luvi tidak sendiri. Pada turnamen itu dia bertanding bersama empat rekannya mewakili Kota Madiun. Yakni, Dwi Sarwoko, Muhammad Fikri Ramadhani, Michael Sinaga, dan Andre Noverick Ferdiansyah. ‘’Kami dapat tiga medali emas dan satu perak,’’ terang Andre.

Andre dkk tidak menyangka bisa membawa pulang gelar juara. Pasalnya, itu pengalaman pertama mereka terjun dalam kejuaraan kickboxing. ‘’Sebenarnya kami diikutkan pertandingan kickboxing ini untuk persiapan kompetisi Muay Thai,’’ paparnya.

Sebelum menekuni Muay Thai, Andre dkk memiliki latar belakang ilmu beladiri beragam. Mulai pencak silat, wushu, jujitsu, pencak silat, sampai karate. Bahkan, ada yang atlet sepeda dan renang. ‘’Dibanding wushu, aturan main Muay Thai dan kickboxing lebih simpel,’’ imbuh Dwi Saroko.

Menjelang kompetisi di Sleman itu, setiap hari mereka rutin berlatih minimal dua jam. Belakangan mereka sengaja latihan di lapangan Gulun. Itu dilakukan sekaligus untuk mengenalkan jenis beladiri tersebut. Maklum saja, Muay Thai belum lama terdaftar sebagai cabang olahraga (cabor) baru di KONI Kota Madiun. Pun, bakal dipertandingkan di pekan olahraga provinsi (porprov). ‘’Sebelum turun di porprov, anak-anak memang butuh jam terbang untuk mengasah mental,’’ kata Septian Novel, salah seorang pelatih Muay Thai KONI Kota Madiun. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here