Atasi Krisis Air Bersih di Karas-Kuwon, Ajukan Bantuan ke BPBD Provinsi

6

MAGETAN – Krisis air bersih yang sering melanda warga Desa Karas dan Kuwon saat musim kemarau coba diantisipasi. Salah satunya lewat program pipanisasi air di Desa Kuwon. Serta pembangunan sumur dalam di Desa/Kecamatan Karas.

Kasi Rekonstruksi BPBD Magetan Gatut Purwanto pihaknya sudah mengajukan bantuan itu ke BPBD Jatim. Setelah sebelumnya dilalui dengan tahapan kajian di dua desa tersebut. Di Desa Kuwon misalnya. Dari hasil identifikasi di lapangan diketahui penyebab krisis air bersih di desa tersebut karena terlalu banyaknya sumur dalam untuk pengairan sawah. ‘’Solusinya kami buatkan pipanisasi dari sumur dalam kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga,’’ katanya.

Penanganan berbeda diterapkan di Desa Karas. Gatut mengaku pembangunan sumur dalam di desa ini menjadi prioritas. Bahkan lokasi pengeboran sumur itu sudah ditentukan. Dengan demikian, tinggal menunggu pelaksanaannya. ‘’Kalau ada sumur dalam masyarakat tidak perlu lagi kebingungan dan menunggu pengiriman air bersih dari BPBD saat musim kemarau,’’ ungkapnya.

Gatut mengatakan ada sekitar 6 ribu orang terdampak krisis air bersih di Desa Karas dan Kuwon. Hampir setiap pekan dua kali dalam rentang waktu selama tiga bulan pada 2018 lalu, pasokan air bersih tidak pernah berhenti ke dua desa tersebut. Proses itu sengaja dilakukan karena sumur warga mengering. ‘’Semoga setelah program ini berjalan, tidak ada lagi kekeringan,’’ harap Gatut.

Total kebutuhan air bersih warga Desa Kuwon selama musim kemarau tahun lalu mencapai 36 ribu liter. Sedangkan, bagi masyarakat Desa Karas mencapai 12 ribu liter.

Langganan krisis air bersih sebenarnya juga dialami oleh sebagian warga di Desa Sayutan, Parang. Hanya, penanganan kasus kekeringan di desa itu belum tersolusikan. Karena BPBD membutuhkan kajian teknis mengingat letak Desa Sayutan berada di lereng gunung Blego. ‘’Tapi, untuk data sudah masuk ke kami. Tetap akan kami tindaklanjuti,’’ pungkasnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here