Ngawi

Atasi Dampak Kekeringan, Usulkan Pembuatan Sibel

Dropping Tidak Menyelesaikan Masalah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Penyaluran bantuan alias dropping air bersih dinilai bukan solusi terbaik mengatasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah Ngawi. Sebab, langkah itu hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek. Sedangkan penyelesaian jangka panjang adalah pembuatan sibel atau sumur pompa air dalam. ‘’Solusi itu sudah dibuktikan di Desa Sekarjati, Karanganyar,’’ kata Dwi Rianto ’’Antok’’ Jatmiko Minggu (27/9).

Pembuatan sumur pompa air dalam di Sekartaji dibiayai dengan dana desa (DD) yang dialokasikan pemerintah desa (pemdes) setempat. ‘’Cara itu bisa juga dilakukan di desa lain,’’ ujar mantan ketua DPRD Ngawi tersebut.

Soal sejumlah wilayah yang sumber airnya kurang layak dikonsumsi, menurut dia, perlu ada perluasan jaringan PDAM hingga desa. Antok menyebut, sejauh ini baru sekitar 30 persen wilayah pedesaan yang terjangkau sambungan PDAM. ‘’Harus melakukan pengembangan lagi,’’ tuturnya.

Ditanya sebagian warga Desa Jagir, Sine, yang terpaksa mengonsumsi air sawah, Antok memastikan permasalahan itu bisa diselesaikan jika ada jaringan yang menghubungkan sumber mata air dengan wilayah desa setempat. ‘’Kalau wilayah atas (lereng Gunung Lawu, Red) tidak perlu bingung karena sumbernya sudah ada, tinggal jaringannya,’’ ungkapnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close