Ponorogo

Atap Pasar Somoroto Ambruk

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sehari pasca kemerdekaan, atap pelataran sisi timur Pasar Somoroto ambruk Minggu Sore (18/8). Insiden itu membuat sejumlah pedagang merugi lantaran lapaknya tertimpa atap. ‘’Menimpa banyak barang,’’ ungkap Suhardi, pedagang setempat, Senin (19/8).

Saat kejadian, Suhardi berada di lokasi. Kebetulan saat itu sedang tidak ada pedagang yang biasanya menggelar lapak di bawah atap sepanjang 20 meter tersebut. ‘’Kejadiannya sekitar jam empat sore,’’ sebutnya.

Sarmi menuturkan, ratusan butir kelapa dagangannya tertimpa reruntuhan atap. Pedagang asal Tosanan, Kauman, itu mengaku rugi jutaan rupiah. Selama ini, dia pilih berjualan di bawah atap itu agar tidak kepanasan. ‘’Tidak punya tempat lain untuk berjualan. Semoga lekas diperbaiki,’’ harapnya.

Kemarin, Kabid Penataan Pasar Disperdakum Ponorogo Fitri Nurcahyo dan stafnya meninjau kerusakan. Informasi yang dia terima, atap ambruk setelah diterpa angin kencang. Pedagang juga diketahui menambatkan terpal dan bambu di selasar pasar. Itu diklaim Fitri menambah beban pada atap. Disperdakum mencatat, 15 pedagang berjualan di areal yang tertimpa atap. ‘’Untuk sementara, pedagang yang berjualan di bawah atap sisi timur diminta berjualan di sisi barat,’’ tuturnya.

Fitri juga telah meminta rekanan segera melakukan perbaikan. Mengingat proyek rehabilitasi Pasar Somoroto masih dalam masa pemeliharaan hingga setahun ke depan. Proyek senilai Rp 5,3 miliar itu digarap PT Anggaza Widya Ridhamulia (PT AWR) asal Surabaya. Catatan koran ini, proyek diserahterimakan per 25 Januari. Lalu, mengapa sudah rusak padahal baru dibangun? Terkait itu, Fitri mengklaim bahwa atap pelataran yang ambruk itu tidak masuk dalam desain yang dikerjakan PT AWR. Melainkan, pekerjaan tambahan demi mengakomodasi pedagang di areal tersebut. ‘’Itu di luar kontrak rekanan,’’ tegasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close