Atap Nyaris Ambruk, Siswa Diungsikan

77

NGAWI – Aktivitas belajar-mengajar (KBM) di SDN 3 Manguharjo tidak kondusif. Atap dua ruang kelas di sekolah itu nyaris ambruk lantaran kayu penyangganya lapuk. Tak ingin bertaruh keselamatan, pelajar terpaksa diungsikan. ‘’Dikhawatirkan sewaktu-waktu atapnya roboh,’’ kata Sumarno, wali kelas II, kemarin (12/12).

Ditanya seberapa parah tingkat kerusakannya, Sumarno lantas menunjukkan kerangka kuda-kuda kayu sudah lapuk. Bahkan sebagian kayunya sudah ada yang jatuh. Pihak sekolah sebenarnya sudah membuatkan tiang penyangga darurat. ‘’Tapi percuma, kayunya sudah lapuk,’’ ujarnya.

Ada dua kelas yang kondisinya rusak parah, yakni kelas II dan III. Kerusakannya baru berlangsung dua pekan lalu. Awalnya, Sumarno mendapati plafon di ruang kelas III jatuh akibat tertimpa kayu. Lalu, dia berusaha mengecek seluruh ruang kelas karena khawatir. Ternyata ruang kelas II kayunya juga sudah banyak yang lapuk. ‘’Sementara dua ruang itu yang rusak, lainnya masih aman,’’ ungkapnya.

Sumarno menyebut, ruang kelas II dibangun 2008 silam. Sedangkan kelas III baru dibangun 2012 lalu. Kedua kelas itu pun telah direhabilitasi menggunakan dana alokasi khusus (DAK). ‘’Pastinya saya tidak ingat, tapi kira-kira sekitar tahun itu (2008 dan 2012, Red),’’ ingatnya.

Pantauan Radar Ngawi, kondisi kelas yang sudah tidak kondusif itu terlihat kontras. Terlihat kokoh dari luar. Bertolak belakang dengan bagian dalamnya yang rapuh menanti roboh lantaran banyak kerangka kayu yang lapuk digerogoti rayap. Pun, lantai dan dinding mulai retak tersebab kontur tanah fondasi yang labil kendati belum terlalu parah. Minus dua ruang kelas membuat pihak sekolah harus mencarikan solusi supaya KBM tetap jalan. Awalnya, siswa sekolah secara bergiliran. Ada yang masuk pagi dan siang. Tapi, orang tua murid keberatan. Terpaksa ada kelas yang digabungkan. Kelas II dan III dijadikan satu lokasi menempati ruang kelas IV. Sedangkan ruang kelas IV dipindahkan ke ruang kelas I. ‘’Kelas I sementara kami pindahkan ke perpustakaan,’’ jelasnya.

Seriusnya persoalan infrastruktur di SDN 3 Manguharjo tak bisa didiamkan. Pemkab harus bergerak cepat mencarikan solusi. Agar keberlangsungan KBM pelajarnya tidak semakin terkatung-katung. ‘’Jumlah siswa yang digabung tidak banyak (kelas II 14 siswa dan kelas III 11 siswa, Red). Tapi, KBM tetap saja tidak optimal,’’ paparnya sembari menyebut jumlah ada 15 siswa dari kelas I yang diungsikan ke perpustakaan.

Pihak komite dan wali murid punya niatan melakukan perbaikan secara swadaya. Tapi, dia tidak membenarkan itu dan meminta semua pihak bersabar menanti kepastian perbaikan dari Pemkab Ngawi. Dia juga berharap tidak ada ruang kelas lain yang menyusul rusak. ‘’Semoga lekas diperbaiki,’’ harapnya. (tif/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here