ASN Dilarang Keras Berpolitik

33

PONOROGO – Netralitas pegawai Pemkab Ponorogo saat Pemilu 2019 dipertanyakan. Karena sampai tahapan kampanye berlangsung sejak September 2018 lalu, sudah ada tiga pegawai pemkab yang mesti berurusan dengan Bawaslu Ponorogo. ‘’Pelaksanaan pemilu semakin dekat, tensinya semakin panas. Pihak-pihak yang diharapkan netral harus melaksanakan kewajiban tersebut,’’ kata Juwaini, koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo, kemarin (28/3).

Meski begitu, Juwaini menyebut pada tahun ini pihaknya belum mendapati adanya ASN yang terlibat politik praktis. Namun, pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan tersebut. ‘’Sepanjang 2019 belum ada laporan masuk kami terima. Tapi, pada 2018 lalu, ada tiga oknum ASN terkait pilpres dan pileg,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa ketiga oknum ASN itu diduga melanggar netralitas pemilu dalam menggunakan media sosial (medsos). Meski ketiganya dianggap tidak bersalah, namun sepatutnya ASN bisa lebih memahami mengenai aturan netralitas tersebut. ‘’Mereka (oknum ASN, Red) mengunggah potongan pemberitaan terkait pemilu. Itu tidak boleh dilakukan,’’ tegasnya.

Terpisah, Wabup Soedjarno juga menekankan pentingnya semua pihak untuk menjaga diri dalam menyambut Pemilu 2019. Jangan sampai timbul perpecahan. ‘’Namanya pesta (demokrasi, Red) seharusnya menjadi agenda yang menyenangkan. Untuk itu, seluruh elemen masyarakat harus menjalankan kewajiban dan haknya dalam pemilu dengan baik,’’ ucapnya. (naz/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here