ASN Datang Terlambat, Tukin Disikat

86

KOTA – Onkum aparatur sipil negara (ASN) di Pacitan yang terbiasa tidak disiplin waktu bakal tak berkutik. Pasalnya, usai Lebaran mendatang pemkab menerapkan

absensi elektronik berbasis fingerprint. Para pegawai mesti datang tidak lebih dari pukul 07.00 jika tidak ingin tunjuangan kinerja (tukin) berkurang. ‘’Tak ada toleransi keterlambatan, maksimal jam tujuh harus check clock,’’ tegas Sekertaris Daerah (Sekda) Suko Wiyono kemarin (13/4).

Dia menyebut, pengoperasian absensi jenis baru itu dimulai dengan pemasangan jaringan dari setiap OPD yang tersambung ke badan kepegawaian daerah (BKD). ‘’Untuk pengurangan tukin bagi yang terlambat tentunya menyesuaikan waktunya. Telat beberapa menit jelas beda dengan hitungan jam,’’ terang Wiyono.

Dia memastikan sistem absensi elektronik itu bebas dari kecurangan. Di sisi lain, bagi ASN yang diketahui izin atau melaporkan keterlambatannya akan mendapat keringanan, bahkan bebas penalti. ‘’Hanya abesen dan keterlambatan yang dilaporkan dahulu yang akan ditoleransi,’’ tuturnya.

Wiyono menampik pemasangan absensi fingerprint di Pacitan terlambat ketimbang daerah lain. Bahkan, kata dia, beberapa OPD telah menerapkan absensi elektonik secara mandiri. ‘’Misalnya dishub, RSUD Darsono, dan beberapa lainnya,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, sistem pemberian tukin sama dengan pusat. Yang membedakan hanyalah besaran yang diterima pegawai lantaran menyesuaikan kekuatan anggara daerah. (mg6/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here