ASN Bolos di Hari ‘’Kejepit’’, TPP Bisa Terpangkas

47

NGAWI – Sanksi teguran hingga penghapusan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bakal diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang nekat bolos di hari ‘’kejepit’’ Kamis ini. ‘’Terlambat masuk kerja satu jam saja kena sanksi, apalagi kalau bolos,’’ tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi Mokh. Sodiq Tri Widiyanto, Rabu (17/4).

Sodiq menyatakan, sanksi bagi abdi negara bolos diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 33 Tahun 2017 tentang pelaksanaan kewajiban masuk kerja dan menaati jam kerja bagi PNS. Selain itu, Perbup Nomor 35 Tahun 2017 tentang pemberian tambahan penghasilan bagi PNS. ‘’Sanksinya bisa berupa pemotongan TPP dan teguran dari atasan,’’ sebutnya.

Berdasarkan aturan itu, lanjut dia, ASN yang bolos kerja sebanyak satu kali dalam sebulan TPP-nya dipotong 4,5 persen. Jika dua kali bolos, dirpangkas 9 persen. Namun, jika tiga kali bolos dalam sebulan, semua TPP-nya bakal hangus. ‘’Juga berlaku akumulasi bagi ASN yang terlambat masuk kerja. Kalau akumulasi keterlambatannya sama dengan tiga hari kerja, ya akan hangus (TPP-nya, Red),’’ ujarnya.

Sekadar diketahui, untuk ASN yang masuk kerja selama lima hari dalam sepekan memiliki jam kerja 7,5 jam per hari. Sedangkan yang ngantor enam hari dalam seminggu, jam kerjanya sebanyak 6,5 jam per hari. Jika ada ASN yang terlambat satu jam setiap hari selama sebulan, dipastikan TPP-nya hangus karena secara akumlasi jam kerja yang ditinggalkan sama dengan tiga hari kerja. ‘’Kecuali mereka yang sudah membuat izin,’’ katanya.

Namun, tidak semua izin itu bisa diterima. Yang tidak kena sanksi, kata Sodiq, hanya izin karena sakit dengan mengirim surat izin dilampiri keterangan dari dokter. Selain itu bagi yang izin karena sedang melaksanakan dinas luar.  ‘’Kalau alasan izinnya tidak jelas, sudah pasti terpotong TPP-nya,’’ tegasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here