Askot Gulirkan Kompetisi Internal Melibatkan 23 Klub

393

KOTA – Dualisme PSM Madiun memang sudah selesai. Asosiasi PSSI Kota Madiun memutuskan tim berjuluk Laskar Banteng Wilis tersebut kembali ke kancah persepakbolaan Indonesia melalui Liga 3 Jatim (kompetisi amatir PSSI). Tak tanggung-tanggung, Askot PSSI Madiun yang akan langsung mengelolanya.

Sebagai langkah awal, Askot PSSI Madiun lebih dulu bakal menggulirkan kompetisi internal. Kompetisi yang akan diikuti oleh 23 klub tersebut bakal digulirkan dalam waktu dekat. ‘’Sebelum akhir tahun kompetisi itu sudah harus selesai,’’ kata Ketua Askot Kota Madiun Nono Djatikusumo kemarin (12/12).

Format kompetisi ditetapkan menggunakan sistem gugur. Sedangkan, pendanaan menggantungkan bantuan hibah dari KONI Kota Madiun. ’’Selanjutnya, hasil dari kompetisi internal itu akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mendukung pengembangan PSM Madiun,’’ ujar Nono.

Dengan kata lain, kompetisi itu menjadi ajang seleksi pemain PSM Madiun. Mereka yang mempunyai potensi dan bakat lebih ditampung dalam skuad PSM Madiun. ’’Bahkan, bisa jadi dipersiapkan untuk menyongsong pelaksanaan Porprov 2019 di Lamongan,’’ ungkapnya.

Yang jelas, Nono lega hasil kongres Askot PSSI pada Selasa lalu (11/12) bisa menjadi pemungkas dualisme kepengurusan PSM Madiun. Dia berharap ke depannya mendapat dukungan dari pengurus Askot, internal klub, dan para suporter untuk memajukan sepak bola Kota Madiun. ’’Karena saya tidak bisa sendiri membangun PSM,’’ tutur pria yang juga menjabat kepala dispendukcapil itu.

Dualisme di tubuh PSM Madiun muncul setelah mantan Wali Kota Madiun Bambang Irianto menjabat ketua Pengcab PSSI pada 2011. Saat itu muncul pengalihan penggunaan APBD yang sebelumnya diperuntukkan PSM Madiun ke Madiun Putra. Alasannya karena prestasi klub berjuluk Blue Force tersebut lebih moncer ketimbang PSM. Mereka mampu menembus Divisi I Liga Indonesia.

Sedangkan, PSM Madiun yang diakuisisi oleh Sulistyono hanya mampu tampil di Divisi III Jatim yang notabene merupakan kompetisi amatir. Meski begitu, saat kongres PSSI digelar, PSM Madiun versi Sulistyono-lah yang justru mendapat undangan. Persoalan itulah yang menjadi dasar Pengcab PSSI Kota Madiun membekukan kepengurusan PSM Madiun di bawah Sulistyono. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here