Aset Rusuwa Masih Nyantol

76

MADIUN – Pengelolaan rumah susun sewa (rusuwa) di Kelurahan Nambangan Lor memang sudah diserahkan ke Pemkot Madiun. Hanya, aset bangunan hunian bertingkat untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu belum resmi menjadi milik pemkot.

Kendati demikian, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (disperkim) Kota Madiun telah mengajukan dokumen pengalihan aset ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Salah satunya perihal izin mendirikan bangunan (IMB). ’’Komunikasi sudah kami lakukan. Saya berharap tahun ini proses pengasilan aset rusuwa bisa tuntas,’’ kata Kepala Disperkim Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto.

Karena semuanya sedang berproses, Soeko menyatakan pihaknya hanya bisa menunggu. Sambil berharap penyerahan aset rusuwa bisa dilakukan secepatnya. Tanpa harus menunggu akhir 2019. ‘’Kalau untuk perawatan rutin sudah kami anggarkan. Misalnya ada keramik atau handle pintu yang rusak bisa langsung diperbaiki,’’ ujar mantan sekretaris disperkim itu.

Sementara soal ditanya rencana pengembangan rusunawa, Soeko mengungkapkan bahwa studi kelayakan termasuk desain bangunan untuk MBR tersebut sudah dibuat. Dari hasil feasibility study (FS) itu bakal dibangun tiga tower blok. ‘’Saat ini baru satu. Serta nanti landscape-nya juga akan ditata,’’ ungkapnya.

Menurut dia, rencana itu bergulir seiring banyaknya kepala keluarga (KK) yang belum punya hunian tetap serta masih adanya masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Madiun. Usulan penambahan bangunan blok itu saat ini sedang diproses syarat-syaratnya. ’’Jadi, kami usulkan pada 2020 ke kementerian PUPR untuk membangun dua blok kembali. Sehingga, masyarakat yang belum punya rumah bisa tertampung di rusuwa,’’ terang Soeko.

Soeko menyebut saat ini okupansi rusunawa sudah 70 persen. Di mana dari 70 kamar yang disediakan, sekitar 49 kamar lainnya telah berpenghuni. Dalam waktu dekat, pihaknya terus berupaya mencukupi hunian lima lantai tersebut hingga 90 persen.

Namun demikian, Soeko menerapkan kebijakan setiap kamar di masing-masing lantai sengaja dikosongi. Dengan harapan, ketika ada kamar penghuni yang mengalami kebocoran, bisa pindah sementara waktu menempati kamar kosong tersebut. ‘’Hanya sekadar antisipasi kalau ada kebocoran. Tapi, apabila memang tidak ada permasalahan, semua kamar dapat dipenuhi,’’ jelasnya. (her/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here