Aset Bekas Bongkaran Tak Terurus

17
BERNILAI: Material bongkaran dari tiga lokasi disimpan di halaman belakang sekretariat Bawaslu Ponorogo Selasa (17/9).

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tiga bekas bongkaran yang dititipkan di halaman belakang sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo berbulan-bulan tak terurus. Pemkab setempat berencana melelang aset itu tahun depan. ‘’Masih menunggu appraisal, baru bisa kami lelang,’’ kata Sekretaris Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  (BPPKAD) Ponorogo Luhur Apidianto Selasa (17/9).

Ratusan balok kayu berbagai ukuran teronggok begitu saja. Juga ada beberapa rolling door bekas. Berbagai material aset pemkab itu adalah bekas bongkaran dari tiga bangunan. Yakni, gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di selatan SMPN 1 Ponorogo, serta belasan kios dari Pasar Badegan dan Pasar Slahung.

Pembongkaran ketiga aset dilakukan awal tahun. Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lantas mengusulkan penghapusan aset ke BPPKAD. ‘’Setelah dibongkar sementara disimpan di halaman belakang sekretariat bawaslu,’’ ujarnya.

Rencananya, bongkaran itu akan dilelang. Namun, butuh waktu. Saat ini BPPKAD masih mengajukan kepada kantor jasa penilai publik (KJPP) untuk melakukan appraisal. ‘’Setelah nilainya diperoleh, baru kami dapat mengajukan lelang,’’ tuturnya.

Proses lelang, lanjut  Luhur, akan ditangani kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL). Sama seperti lelang bongkaran Pasar Legi, pemkab juga berharap hasilnya maksimal untuk menambah pendapatan asli daerah.

Mengantisipasi penurunan nilai barang, pihaknya akan mengamankan aset itu. Apalagi, musim hujan segera tiba. Dikhawatirkan bisa membuat material itu rusak. ‘’Kami akan siapkan sarana pengamanan mengantisipasi hujan. Supaya harganya tidak jatuh saat dilelang,’’ pungkasnya. (naz/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here