Arya Wiralodra Susuri Puluhan Gua dan Mengunggahnya di Channel Youtube

45

PACITAN – Sejak masih berseragam putih abu-abu Arya Wiralodra doyan tantangan. Jelajah gua atau caving jadi pilihannya. Berawal dari julukan Kota 1001 Gua, satu per satu gua di Pacitan pun ditelusurinya.

Pria berperawakan tinggi keluar dari gua. Dibalut pakaian berbasah peluh, tarikan dan embusan nafasnya diatur.  Arya Wiralodra belum bisa bicara. Dia memilih duduk di bawah pohon. Sesekali meneguk air minum yang dibawanya. Lima menit berselang, wajah pria 28 tahun itu semringah. ‘’Tidak sia-sia,’’ tutur Wira, sapaan akrabnya.

Kalimat demi kalimat pun meluncur deras dari bibirnya. Bak menemukan surga. Gua Jenggung, lokasi caving-nya kali ini berpanorama elok. Di dalam gua itu terdapat telaga dengan air biru jernih menggoda. Wira sempat menjajal kesegarannya. Dia mandi dan mencoba kedalamannya meski sia-sia. Nafasnya habis untuk menyusurinya. ‘’Ada beberapa air terjun besar juga di dalam,’’ bebernya sembari menyebut Goa Jenggung mencapi 350 meter panjangnya.

Wira juga telah menjajal sejumlah goa lain di Pacitan. Hingga kini sudah 59 gua yang telah dijamah. Itu pun hanya di Kecamatan Donorojo. Lajang kelahiran Indramayu itu bernit menyusuri seluruh gua di kecamatan lain. Yakni Punung, Pringkuku dan lainnya. ‘’Untuk menguak misteri 1001 gua, julukan Pacitan,’’ imbuhnya.

Selama caving, Wira tidak sendiri. Dia melibatkan sejumlah pehobi caving lainnya yang tergabung dalam ARS Team Cave X-Pedition bentukannya. Perlengkapannya, minimal tali karmantel, webbing set, helm, carabiner, footloop, zumbar dan lainya yang biasa digunakan untuk menelusuri gua vertikal. ‘’Tekniknya menggunakan SRT (single roupe technic),’’ ungkapnya.

Teman dan perlengkapan caving komplit untuk mengantisipasi berbagai  kendala. Apalagi, sebagian besar karakteristik gua di Pacitan dia masih buta. Pun pilihan caving-nya selalu gua baru. Hingga, Wira dan teman sejawatnya nyaris kehilangan nyawa. Dasar gua yang dimasuki minus oksigen. Dari pengalamannya mengikuti pelatihan caving, dia minta tim ekspedisi tidak panik lantaran dianggap. ‘’Itu saat di Gua Kenteng, di Desa Kalak, Donorojo. Kedalamannya 85 meter sedangkan lubang vertikalnya sempit,’’ jelasnya.

Wira selalu mendokumentasikan aktivitas caving-nya. Hasilnya diunggah ke youtube channel Jejak Pemburu Goa. Subsbriber-nya mencapai 2.900 orang. Dari unggahannya itu dia baerhasil meraup uang jutaan rupiah. Videonya juga mengundang sejumlah wisatawan asing. Seperti dari Norwegia, Kanada dan Amerika Serikat. ‘’Cuma mereka hanya saya bawa masuk sampai batas aman. Selebihnya saya tidak megizinkan karena terlalu berisiko,’’ tambahnya.

Hobi caving itu bermula saat Wira doyan menjelajah alam saat masih SMA. Hingga dia mengikuti pelatihan Vertical Rescue Foundation Indonesia sejak  2011 lalu. Mulai panjat tebing, rescue, caving dan lainnya. Caving bagi dia, mampu melatih konsentrasi dan nyali. ‘’Selebihnya ingin meikmati mahakarya alam yang luar biasa di dunia bawah tanah. Juga membuktikan julukan Kota 1001 Gua,’’ jelasnya.*** (sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here