Aroma Busuk Sungai Gunungsari Ditengarai Faktor Sedimentasi

139

MADIUN – Tuduhan jadi dalang pencemaran bau busuk di Gunungsari ditolak mentah-mentah PG Redjo Agung Baru (RAB). Pabrik pengolahan gula itu mengklaim limbah yang dibuang ke aliran Kali Sono hingga ke Gunungsari tidak menyebabkan bau busuk. Lantaran sudah diuji lab terakreditasi dan dinyatakan telah memenuhi baku mutu pengolahan limbah. ‘’Semua parameter memenuhi baku mutu,’’ klaim Kabag Pabrikasi/Pengolahan PG RAB Imam Nur S.

Kemarin (31/7) RAB meninjau pembuangan limbah di Kali Sono. Di sungai yang masuk wilayah Tawangrejo, Kartoharjo, Kota Madiun, itu limbah cair dialirkan melalui sebuah saluran yang hilirnya langsung dari pabrik. Di sana, warna limbah sudah menghitam. Namun, tidak berbau. ‘’Ini sudah sesuai aturan di pergub,’’ sebutnya.

Kepada Radar Mejayan, Imam kemudian menunjukkan hasil uji dari Laboratorium Lingkungan Perum Jasa Tirta I atas limbah RAB, per 25 Mei-12 Juni. Dalam hasil uji lab dengan nomor 672.5 S/LKA-MJK/VI/18 itu, tertera kadar keasaman limbah cair RAB mencapai 7,67. Standar baku mutu limbah cair, sebagaimana diatur dalam Pergub Jatim 52/2014, berkisar 6 hingga 9. ‘’Artinya, masih dalam batas aman,’’ tegasnya.

Imam juga mengklaim limbah cair RAB justru bermanfaat lantaran diminta petani di seputaran Bagi sampai Gunungsari, Madiun. ‘’Keluhan warga tetap menjadi koreksi. Tapi,  dari data analisis kami, setiap bulan masa giling, kami uji lab memenuhi parameter semua,’’ terangnya.

Lantas, dari mana munculnya bau busuk di Gunungsari? Menurut Imam, ada sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebabnya. Pertama, faktor sedimentasi. Imam menilai pendangkalan bisa menyebabkan aroma tidak sedap. Apalagi jika sumber pendangkalan itu adalah sampah. Dasar klaimnya, lantaran di lokasi pertemuan saluran limbah dengan di Kali Sono tidak tercium bau busuk. ‘’Ini perlu ditelusuri bersama. Karena jarak dari saluran cukup panjang. Sampai empat kilometer. Sementara di sini tidak ada bau seperti yang dikeluhkan,’’ ujarnya.

Munculnya bau busuk, lanjut Imam, juga bisa dikarenakan limbah. Sangat dimungkinkan bau busuk di Gunungsari muncul akibat limbah domestik warga setempat. Atau, dari buangan limbah pabrik lainnya. Terlepas dari penyebab yang masih abu-abu itu, Imam meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan. Pihaknya akan bekerja sama dengan perangkat desa di Gunungsari untuk mencoba mengatasi persoalan itu. ‘’Kami akan kerja sama, bagaimana supaya saluran mengalir lancar. Warga juga jangan membuang sampah sembarangan di aliran sungai. Supaya bau yang dikeluhkan hilang,’’ katanya.

Di lain pihak, Kabid Pengawasan DLH Kabupaten Madiun Sunaryo mengatakan satu-satunya kunci untuk mengetahui penyebab bau busuk itu kini ada di tangan laboratorium di Magetan. Sebelumnya mereka telah mengambil sejumlah sampel dari Kali Sono di Gunungsari untuk diujilabkan. ‘’Paling lambat dua minggu lagi keluar (hasil uji lab). Penyebab pastinya segera diketahui,’’ jelasnya. (naz/cor/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here