MadiunSport

Aris Sudanang Nakhodai ISSI, Bentuk Kabinet Hepi

MADIUN – Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Madiun akhirnya bangkit dari tidur panjangnya. Di bawah komando Aris Sudanang, digelar ’’sidang isbat’’ membahas struktur pengurus baru Kamis (11/7).

Diskusi gayeng itu berlangsung di ruang rapat kantor Jawa Pos Radar Madiun selama hampir tiga jam. Selain terbentuk anggota baru, juga pemilihan sekretariat sementara. ’’Enam tahun cukup lama vakum. Artinya, enam tahun itu waktu untuk ngumpulke balung pisah dulu istilahnya. Artinya ya kita kumpulkan stakeholder,’’ kata Ketua Umum ISSI Kota Madiun Aris Sudanang.

Aris menamai pengurus ISSI Kota Madiun dengan Kabinet Hepi. Ini penting sebagai roda awal pergerakan ISSI Kota Madiun ke depannya. Pasalnya, semua orang yang terlibat dalam kepengurusan bukanlah orang nganggur. Diharapkan mereka yang telah mendapatkan mandat adalah orang yang tidak sekadar pintar tapi kober. ’’Semuanya harus meluangkan waktu untuk fokus memperhatikan cabor sepeda. Supaya tidak merasa beban bahwa kok aku ditunjuk jadi pengurus ya,’’ ujarnya.

Jika sudah happy, maka prestasi akan mengikuti. Ke depan dia berharap pengurus anggota yang terbentuk ini bisa saling mengumpulkan energi. Setelah terbentuk kepengurusan akan menampung saran dari semua klub yang ada. Untuk kemudian dirapatkan bersama KONI. Hanya, yang menjadi kendala adalah mahalnya izin. ’’Karena jer basuki mawa beya, artinya tidak ada yang namanya prestasi sonder biaya. Nah, ini yang nantinya akan kita komunikasikan  apakah nanti ada donatur dan sponsor yang mau,’’ tuturnya.

’’Ini bisa jadi kendala, yang setiap kali kita menggelar kolosal masih butuh izin yang mahal. Sementara alokasi anggaran  yang diberikan untuk cabang olahraga tidak hanya ISSI, yang pelibatan masa begitu kan tidak cukup untuk membayar izinnya saja. Itu yang jadi kendala,’’ imbuh Aris.

Menurutnya, mahalnya perizinan ketika menggelar event masif yang akan lama–lama mematikan Kota Madiun. Tidak hanya dari salah satu cabor, tapi seluruh kegiatan ini bila tidak ada keramaian  tidak jalan. ’’Termasuk kalau kita bikin event kolosal seperti Karismatik Cycling Community (KCC),’’ sebutnya.

Pasalnya, menyemarakkan kembali event-event berdampak pada pertumbuhan  ekonomi ke depan. ‘’Karena Pak Wali inginnya juga Madiun jadi destination city, kira kira begitu. Kota kunjungan, tidak hanya kota transit,’’ pungkasnya. (dil/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close