Aris Sudanang: Jangan Khawatir tentang Rezeki, Kuncinya Ada di Tangan Allah

64
ARIS SUDANANG - DIREKTUR RADAR MADIUN

MADIUN – Koran tidak akan pernah mati. Ini sebagai wujud optimistis yang selalu digaungkan pimpinan Jawa Pos Radar Madiun. Sampai detik ini koran tetaplah eksis. Tengok saja koran yang ada di luar negeri seperti Washington Post maupun New York Times. Itu tidak terlepas dari kualitas jurnalistik yang tetap dipertahankan. ’’Anak saya kuliahnya sastra Jawa, tapi bacaannya Washington Post,’’ celetuk Direktur Jawa Pos Radar Madiun Aris Sudanang Jumat malam (12/7).

Ketegasan itu terlontar ketika Aris memberikan kata sambutan di malam puncak syukuran HUT ke-20 Radar Madiun. Beragam cara bisa dilakukan untuk meningkatkan karya apik bagi pembaca. Kru Radar Madiun harus kreatif, inovatif, dan memanfaatkan semua platform yang ada. ‘’Banyak layer-layer yang bisa kita  manfaatkan untuk berkarya semaksimal mungkin, event-event digital tetap membawa nama print kita,’’ ujarnya.

OPTIMISTIS: Direktur Radar Madiun Aris Sudanang bersama jajaran manajemen dan karyawan menandai perayaan ulang tahun dengan tasyakuran Jumat malam (12/7).

Ragam platform inilah yang kemudian bisa menjadi tawaran menarik bagi konsumen dan klien. Tetap eksisnya Radar Madiun di usianya yang ke-20 tahun juga mengajak tetap bersyukur. Pun jangan pernah khawatir dengan rezeki. ’’Selama Gusti Allah masih memberikan rezeki itu dari pintu Radar Madiun, tidak ada yang mustahil. Koran masih jalan,’’ tegasnya.

Sebab, Tuhanlah yang berkehendak untuk membuka dan menutup rezeki. Jangan mudah termakan isu negatif yang menyertai eksistensi koran. Semua anggapan itu tidak ada kaitannya dengan eksistensi koran. Tinggal bagaimana setiap orang memanfaatkan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk berkarya sebaik mungkin.

Syukuran hari lahir semakin syahdu ketika redaktur senior Radar Madiun  Satmiko Supraptono mengingatkan seluruh kru untuk tetap berpikir dan berujar positif. ’’Karena semua ucapan yang disampaikan itu doa,’’ kata Satmiko.

Usai pemotongan kue dan tumpeng, acara berlangsung meriah dengan dipandu master of ceremony kocak Anang Estillo. Puluhan doorprize menarik telah disiapkan panitia untuk seluruh karyawan Radar Madiun. Ditutup dengan bergoyang bersama diiringi lagu Gemu Famire dari Nusa Tenggara Timur (NTT). (dil/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here