Ari Subekti Menekuni Jasa Pembuatan Aquascape

25
OTODIDAK: Ari Subekti selektif dalam memilih bahan untuk membuat aquascape.

Pelaku bisnis aquascape tiada habisnya. Ari Subekti, misalnya, yang sudah menekuni seni menata ekosistem dalam akuarium itu selama lima tahun. Hingga detik ini belum timbul niatan berhenti.

============== 

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

TANGAN Ari Subekti bolak-balik memindah kayu senggani di dalam sebuah akuarium ukuran sedang. Penataan berganti pada ranting dan dedaunan. Pasir hitam dan batu lantas dimasukkan di sekelilingnya. Wadah ikan itu terlihat indah dengan bentuk seperti taman berbunga. ‘’Aquascape nuansa hutan,’’ kata Ari Subekti.

Ya, Ari menggeluti jasa pembuatan aquascape sejak 2014 lalu. Berawal dari kebosanan melihat ikan gupi peliharaannya berenang di akuarium yang desainnya sangat monoton. Kemudian istrinya meminta agar didesain dengan panorama pemandangan. ‘”Satu tahun bikin di rumah, ternyata banyak teman yang suka,’’ ujar warga Desa Jururejo, Ngawi, itu.

Awalnya, Ari buta pangsa pasar seni menata ekosistem dalam akuarium tersebut. Kondisi itu membuatnya kesulitan menjual produk. Ikut pameran di Alun-Alun Merdeka Ngawi sempat dicobanya. ‘’Kemudian mencoba media sosial dan ternyata perkembangannya pesat,’’ tutur pria 28 tahun tersebut.

Membuat aquascape gampang-gampang susah. Paling penting adalah keseimbangan antara karbon dioksida, nutrisi, dan cahaya dalam akuarium. Demi menjaga tanaman hidup di akuarium bisa awet. Serta selektif dalam memilih bahan yang bakal digunakan. ‘’Terakhir daya imajinasi membentuk konsep dan pemandangan lingkungannya,’’ imbuh Ari.

Keberadaan tanaman hidup menjaga air tetap jernih. Air yang dikuras sekitar 25 hingga 50 persen. ‘’Ditambah bakteri pengurai,’’ katanya. ***(cor/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here