MadiunPendidikan

Apresiasi Garda Terdepan Penanganan Covid-19, 48 Kursi Anak Tenaga Medis

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 48 kursi SMA/SMK disediakan untuk anak-anak petugas medis Covid-19 di Kabupaten Madiun. Jumlah puluhan itu satu persen dari total 4.830 pagu di 16 lembaga pendidikan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021.

Jatah khusus tersebut sebagai apresiasi pemerintah kepada garda terdepan penanganan korona. ‘’Ada kuota satu persen dari total pagu di masing-masing sekolah,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun Supardi Rabu (17/6).

Sebanyak 10 SMAN dapat jatah 2.660 pagu. Sementara, 2.170 pagu untuk enam SMKN. Kuota masing-masing lembaga pendidikan itu berbeda. Bergantung ketersediaan ruang kelas untuk menampung rombongan belajar (rombel). Bila SMAN di rentang empat hingga 10 rombel, SMKN lima sampai 13 rombel. Batas maksimal satu rombel adalah 35 siswa.

Supardi mengatakan, jatah khusus itu dimasukkan jalur perpindahan tugas orang tua. Proses pendaftarannya selesai hari ini. Pihaknya belum merekapitulasi jumlah calon peserta didik baru dari jatah khusus tersebut. Perihal persyaratan, hanya melampirkan surat tugas orang tua. ‘’Sebagai bukti dan ketepatan sasaran apresiasi yang diberikan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Bebaskan Penerima Manfaat Kuota Internet

PEMKAB Madiun mempersilakan lembaga pendidikan menggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk menyukseskan belajar di rumah selama pandemi Covid-19. ‘’Kami imbau pakai dana BOS untuk pembelian paket data internet,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Hendro Suwondo Rabu (17/6).

Meski begitu, dikbud belum mengantongi rekapitulasi penggunaan dari masing-masing lembaga pendidikan. ‘’Yang jelas, sekolah sudah ditekankan untuk menganggarkan dan menggunakan dana BOS untuk menjamin terlaksananya pendidikan yang berkualitas,’’ ujarnya.

Penggunaan dana BOS tertuang dalam Permendikbud 19/2020 turunan Permendikbud 8/2020 tentang Petunjuk Teknis BOS Reguler. Penerima bantuan itu tenaga pendidik dan siswa kurang mampu. ‘’Tujuannya meningkatkan mutu pendidikan, perluasan akses belajar, dan operasional sekolah,’’ tutur Hendro.

Dia menyebut, proporsi penggunaan dana BOS tergantung masing-masing lembaga pendidikan. Seperti persentase dan jumlah penerima manfaat kuota internet itu. Nominal dana BOS untuk setiap siswa Rp 1,1 juta per tahun. Dia menilai kecil kemungkinan kala disinggung potensi kecurangan. ‘’Sudah ada regulasi yang jelas. Mulai pencairan, penggunaan, dan pengawasannya,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close