Dengan Aplikasi Fast Claim, Klaim Pasien RSUD dr Soedono Makin Akurat

53

MADIUN – Terobosan inovatif dibuat RSUD dr Soedono demi meningkatkan kualitas pelayanan. Senin (1/7), RSUD dr Soedono me-launching aplikasi Fast Claim dan pembentukan Instalasi Kerjasama Pembiayaan Kesehatan (IKPK).

’’Teman-teman di IKPK harus cepat mengajukan tagihan, memastikan klaim akurat benar-benar tidak ada fraud di situ dan tepat waktu,’’ kata Direktur RSUD dr Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka usai melakukan pemotongan tumpeng disaksikan jajaran direksi dan karyawan.

Fitur canggih itu berada di lantai 3 ruang IKPK.  Fast Claim merupakan sistem informasi yang membantu rumah sakit mengolah berkas pembiayaan tidak langsung agar berkas klaim yang diajukan rumah sakit semakin akurat.

Sistem itu diciptakan oleh programer andal dari RSUD Dr Soedono. Hadirnya aplikasi ini bukti komitmen rumah sakit yang mengintegrasikan teknologi untuk pelayanan.

Lebih lanjut, dr Bangun menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dibuat selama satu bulan lamanya. Setelah melalui tahapan uji coba dan penyempurnaan. Ditargetkan segala jenis kendala teknis clear pada Agustus mendatang.

Nah, untuk sementara ini Fast Claim dimanfaatkan untuk mengolah berkas klaim pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). ’’Nantinya semua pembiayaan tidak langsung menggunakan sistem ini (Fast Claim, Red),’’ ujarnya.

Seperti namanya, Fast Claim, fitur besutan rumah sakit berpelat merah ini, dipastikan memangkas waktu, biaya, dan tenaga tim IKPK ketika mengolah berkas klaim. Tumpukan berkas klaim dalam bentuk hard copy itu tergantikan dengan soft copy. Di mana data dari sistem ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen (SIM) RSUD Dr Soedono.  ’’Tingkat akurasi juga meningkat,’’ tuturnya.

Misal, sebelumnya dari 100 persen berkas klaim, sebanyak 15 persen dikembalikan ke rumah sakit untuk diperbaiki. Tentu proses pembayaran klaim menjadi tertunda. RSUD Dr Soedono menginginkan 99 persen itu diterima. Berkas yang kembali bisa mendekati nol koma. ’’Ini penting, klaim itu makin bagus pengajuannya ke BPJS. Potensi kami untuk dibayar BPJS semakin baik,’’ jelasnya.

Dengan adanya IKPK yang ditunjang fitur Fast Claim ini, diharapkan cash flow RSUD Dr Soedono berjalan lancar. Sebab, RSUD Dr Soedono sebagai BLUD mengupayakan anggaran operasional secara mandiri. ’’Bayar tenaga 340 orang. Kalau cash flow-nya nggak lancar mumet aku. Jadi, memang perlu itu (IKPK dan Fast Claim, Red),’’ selorohnya.

Wadir Umum dan Keuangan RSUD Dr Soedono M. Sucahyono menambahkan, sistem Fast Claim adalah semi-elektronik. Rencananya, ke depan pelayanan berbasis teknologi informasi juga ditingkatkan. Yang teranyar adalah e-rekam medik. Dengan tenaga ahli yang mumpuni memudahkan aplikasi ini terwujud. ’’Mei kemarin kami kedatangan dua programer dari CPNS,’’ ungkapnya sembari menyebut sebelumnya untuk pembuatan Fast Claim sempat ditawarkan vendor lain. Namun, harga yang dipatok kelewat mahal sekitar Rp 100 juta lebih.

Selain me-launching sistem Fast Claim dan pembentukan IKPK, RSUD Dr Soedono juga membentuk instalasi pengadaan barang dan jasa (IPBJ) di lantai 2. Dengan dibuatkannya intalasi tersebut, diharapkan  proses pengadaan barang dan jasa semakin transparan dan akuntabel. Selaras dengan Perpres 16 Tahun 2018. Perlu diketahui, tidak semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Jawa Timur mempunyai dua instalasi tersebut. Langkah berani telah dilakukan RSUD dr Soedono sebagai ujung tombak pengembangan RS Jawa Timur bagian barat. (dil/c1/ota/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here