Aplikasi Tryout Radar Madiun Canggih dan Smart

382

MADIUN – Digitalisasi sistem pendidikan melalui aplikasi teknologi tak dapat dihindari memasuki revolusi industri 4.0. Tidak hanya melahirkan inovasi dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM) berbasis online, evaluasi pun diberlakukan secara daring. Teranyar, Jawa Pos Radar Madiun bersama Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMK se-Madiun menggelar tryout berbasis komputer dan smartphone (BKS). Bahkan, di SMKN Geger menggelar penuh berbasis gawai. ’’Insya Allah kami (SMKN Geger, Red) paling siap menghadapi digitalisasi dunia pendidikan, termasuk menggelar tryout berbasis smartphone,’’ kata Kepala SMKN Geger Edhy Sudaryanto kemarin (12/2).

Edhy mengatakan, aplikasi tryout BKS Jawa Pos Radar Madiun dinilai canggih, smart, dan memiliki ragam keunggulan maksimal. Mulai sekuriti hingga variasi soalnya. Selain itu, aplikasi dari Radar Madiun support dengan server dan klien. ’’Alhamdulillah, hingga saat ini (kemarin, Red) berjalan lancar dan terkendali,’’ ujarnya.

Mantan kepala SMKN Kebonsari ini mengatakan kesiapan sekolahnya dalam menggelar tryout berbasis smartphone tak lepas karena ingin memanfaatkan teknologi dalam setiap kegiatan evaluasi. Sebab, dalam kegiatan pembelajaran berbasis online. Itu dilakukan menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan hingga menciptakan peluang bagi orang dalam untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. ’’Mulai dari semesteran, UTS (ujian tengah semester, Red), kami sudah merintis berbasis smartphone, makanya kami berani mengatakan paling siap,’’ tegasnya.

Selain itu, lanjut Edhy, diberlakukannya tryout berbasis smartphone sebagai solusi atas kurangnya laptop. Sebab, jumlah laptop di 10  laboratoriumnya belum cukup untuk menggelar tryout dalam satu sesi. Sementara, seluruh siswa memiliki smartphone hingga dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran dengan fasilitas wifi dari sekolah. ’’Kami memiliki 39 titik wifi, itu belum ternmasuk di UPJ,’’ terangnya.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum Sumadi menambahkan, SMKN Geger jauh-jauh hari menyiapkan diri dalam menghadapi digitalisasi dunia pendidikan. Persiapan itu dilakukan sejak 2015 lalu, dengan menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK).  ‘’Bahkan saat itu kami mendapat penghargaan dari Kemendikbud, penyelenggara unas terbaik, berintegritas, dan jujur,’’ katanya sambil menunjukkan piagam dalam pigura berukuran 20R itu.

Madi -sapaan akrab Sumadi- menambahkan, pihaknya terus berbenah dalam menghadapi digitalisasi dunia pendidikan. Salah satunya menambah sarana dan prasarana komputer di ruang laboratorium, disusul dengan pemasangan jaringan internet. Tak puas, 39 ruangan di sekolahnya dipasang wifi. ‘’ kalau jaringan internet masih sangat memadai, dan bandwidth internetnya sangat besar,’’ terangnya.

Pria asal Ponorogo ini mengatakan, pihaknya menghadirkan massive open online course (MOOC) atau inovasi pembelajaran berbasis online dalam setiap kegiatan di sekolah. Tak hanya dalam KBM, hasil evaluasi juga dihadirkan dalam bentuk digital yakni e-raport. Pun seluruh kelas di sekolahnya didesain dengan bentuk smart clasroom. ‘’Penguatan untuk mewujudkan digitalisasi dunia pendidikan menyikapi revolusi industri 4.0 terus kami lakukan, tujuannya tentu meningkatkan  akuntabilitas dan tranparansi, bahkan pembayaran kami desain secara elektronik,’’ paparnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun di SMKN Geger, siswa tampak serius mengerjakan soal tryout di gawai masing-masing. Mereka tampak antusias dan bersemangat dalam mengerjakan soal. Setidaknya mereka mampu mengerjakan soal tepat waktu yakni 120 menit setiap mapel dan sesinya.

Kepala UPT Dinas Pendidikan Jatim Supardi mengatakan, revolusi industri ikut menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif. Perkembangan teknologi yang begitu cepat ikut mengubah secara fundamental kegiatan belajar-mengajar (KBM). Ruang kelas mengalami evolusi ke arah pola pembelajaran digital. ‘’Nah, pola ini menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh. Termasuk hadirnya tryout ini,’’ jelasnya.

Dalam era perkembangan teknologi yang semakin pesat, lanjut Pardi, peran guru ikut berubah. Dari semula pemberi pengetahuan, menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, juga pengembang imajinasi dan kreativitas. ‘’Sekaligus (guru, Red) menjadi penanam nilai-nilai karakter dan membangun teamwork serta empati sosial. Aspek penting ini tidak dapat diajarkan oleh mesin,’’ tegasnya.

Manajemen Jawa Pos Radar Madiun tampak melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan tryout berbasis komputer dan smartphone. Mereka yakni Manajer Pemasaran Radar Madiun Wahyu Budianto dan General Manager Eko Suprayitno. Selain di SMKN Geger, mereka juga sidak di SMKN Kebonsari. Kegiatan itu berakhir hingga pukul 14.00 kemarin.  (pra/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here