Aplikasi LAPOR Sepi Pengakses

47

MADIUN – Aplikasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) masih sepi pengakses di Kota Madiun. Untuk semakin mengenalkan layanan besutan kantor staf kepresidenan itu, pemkot membentuk tim khusus. Itu dituangkan dalam surat keputusan wali kota nomor 067-401-109/284/2017. ’’Kampanye LAPOR ini memang masih tahap sosialisasi,’’ kata Kasi Sumber Daya TIK Eko Purnomo.

Eko mengatakan, LAPOR sudah disosialisasikan tim kantor staf presiden (KSP) pada Desember 2017 lalu di Jakarta. Sejumlah admin kota dari dinas komunikasi dan informatika terbang ke Jakarta. ’’Langsung diproses, salah satunya pembentukan tim sesuai SK wali kota,’’ terangnya.

Setelah terbetuk, diskominfo sebagai admin LAPOR mengadakan pelatihan admin untuk organisasi perangkat daaerah (OPD). Bulan berikutnya giliran admin dari tingkat kecamatan sampai kelurahan. ’’Kendalanya di tingkat kelurahan itu, mereka (staf kelurahan, Red) yang sudah senior, faktor usia, butuh waktu (mengoperasikan aplikasi),’’ ujarnya.

Sampai detik ini, lanjut Eko, jumlah aduan dari masyarakat di aplikasi sejak Januari hanya 133 aduan. Data ini disebut belum valid. Lantaran masih ada aduan dari kanal informasi OPD, kelurahan, kecamatan, sampai BUMD. Sejumlah aduan itu belum terintegrasi ke layanan aplikasi LAPOR. ’’Laporan kan banyak, harusnya admin pembantu (admin OPD, kelurahan, kecamatan, BUMD, Red) ini menuliskan kembali ke aplikasi LAPOR, mesti perlu dipaksa,’’ tegasnya.

Lanjutnya, kata dia, laporan terbanyak adalah aduan penerangan jalan umum(PJU), trafic light, sampai layanan dinas pencatatan pendudukan sipil (dukcapil). Ke depan, semua laporan terintegrasi ke LAPOR tersebut. ’’Layanan aduan kan banyak, setiap OPD punya layanan aduan. Kota Madiun juga ada ke depan terintegrasi di layanan LAPOR ini,’’ pungkasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here