Api Nyaris Jilat Permukiman Warga

70

PACITAN – Seto Triadi harus berjibaku menjinakkan api yang membakar semak dan pepohonan di sekitar rumahnya tak jauh dari tepi jalan raya Pacitan-Ponorogo masuk Dusun Tewel, Kedungbendo, Arjosari. Jika tidak, bisa jadi rumahnya ikut hangus lantaran hanya berjarak sekitar 10 meter dari titik kebakaran.

Seto menduga sumber api diduga akibat korsleting jaringan listrik sekitar 100 meter dari rumahnya. Bermula saat dahan kelapa jatuh menimpa kabel tegangan tinggi. Diduga ada beberapa bagian kabel yang mengelupas hingga menimbulkan korslet. ‘’Lalu, percikan apinya menjilat semak dan pepohonan hutan hingga sampai sini,’’ ujarnya, Selasa (9/10).

Selain mengancam rumah-rumah warga, kata dia, asap tebal dari kebakaran mengganggu pandangan para pengendara yang sedang melintas. ‘’Api sudah sampai tepi jalan, yang atas mungkin sudah sampai puncak,’’ katanya.

Di saat api sedang berkobar pada siang bolong itu, warga dan petugas kepolisian melakukan upaya pemadaman sembari menunggu tim pemadam. Berbekal ranting, mereka bahu-membahu menghalau api agar tidak semakin membesar. “Kalau yang bagian atas bukit mungkin lebih parah karena jarang dilalui warga,’’ jelas Seto.

Seto menyebut, kencangnya tiupan angin membuat amukan si jago merah semakin tak terkendali. Pun sempat terdengar suara seperti ledakan yang diduga muncul saat api membakar pepohonan dan batang bambu. ‘’Anginnya kencang, jadi api dengan cepat membesar,’’ tuturnya.

Petugas damkar yang tiba di lokasi fokus memadamkan api di sekitar permukiman warga. Api baru padam sekitar pukul 16.30. ‘’Kami terjunkan dua unit mobil damkar, 15 personel, dibantu babinsa dan warga,’’ jelas Kasi Pengendalian dan Operasional Pemadam Kebakaran Satpol PP Pacitan Bambang Supriyanto. (mg6/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here