PacitanPeristiwa

Api Berkobar, Kegiatan Belajar Mengajar Berakhir

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kegiatan belajar-mengajar (KBM) SDN Bolosingo, Pacitan, berakhir lebih cepat Selasa (22/10). Puluhan siswa dipulangkan karena lahan pohon jati Perhutani yang tidak jauh dari sekolah itu terbakar. ‘’Takut api merembet ke bangunan sekolah,’’ kata Sugeng Prayitno, guru kelas VI.

Para guru dan siswa dilanda kecemasan sejak pagi. Kobaran api di bukit dekat sekolah tidak kunjung padam sejak diketahui membara Senin malam (21/10). Sekitar pukul 11.30, jago merah yang merembet ke lahan pohon jati semakin mendekati bangunan sekolah. Tidak ingin ambil risiko, satu jam berselang KBM dihentikan. Siswa diminta pulang ke rumah. ‘’KBM jadi terganggu. Tapi mau bagaimana lagi, anak-anak juga ketakutan,’’ ujar Sugeng.

Sejumlah guru berupaya memadamkan api dengan air seadanya. Namun, usaha tersebut sia-sia karena banyaknya serasah dan embusan angin cukup kencang. Api berhasil dijinakkan setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran datang. ‘’Kebakaran di sini hampir selalu terjadi setiap musim kemarau,’’ ungkapnya.

Kebakaran tahun lalu, misalnya, sejumlah warga bahkan kerja bakti untuk membuat sekat saat malam. Mengantisipasi agar api yang membakar lahan beberapa jam sebelumnya tidak meluas. Apalagi mengenai gedung sekolah. ‘’Semoga ada tindakan tegas dari aparat untuk kejadian seperti ini,’’ harap Sugeng.

Kasi Dalops Damkar Satpol PP Pacitan Bambang Supriyanto mengatakan, kebakaran dekat SDN Bolosingo adalah rentetan kejadian sebelumnya. Sebab, ada titik api yang tidak bisa dijangkau oleh personelnya. Disinggung kesan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama ini tidak maksimal, dia menjawab normatif. Minimnya personel dan kurangnya dukungan instansi lain dijadikan dalih. ‘’Kami seolah bekerja sendirian,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close