Antisipasi Sabotase, PPK Dijaga Aparat Bersenjata Lengkap

25

PACITAN – Tahapan Pemilu 2019 belum usai. Saat ini,  panitia pemilihan kecamtan (PPK) sedang disibukkan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari tempat pemungutan suara (TPS). Banyaknya TPS serta lambannya proses penghitungan memaksa petugas bekerja ekstra. Apalagi tahapan penghitungan harus rampung maksimal 10 hari pasca-coblosan. ‘’Kami lakukan pengamanan kepada  personel PPK dari intimidasi, sabotase dan lain sebagainnya,’’ kata Kapolres Pacitan AKBP Sugandi.

Sugandi tak ingin kerja mereka mendapat gangguan. Meski hingga kini, kondisi Pacitan pasca-pemilu kondusif. Dia tak ingin kecolongan. Selain petugas polsek dan koramil, petugas dari polres juga diterjunkan ke setiap kecamatan. Total delapan petugas dikerahkan ke setiap PPK. ‘’Kami tetap waspada. Di setiap PPK ditempatkan personel bersenjata hingga proses penghitungan selesai,’’ terangnya di sela meninjau penghitungan di PPK Kecamatan Pacitan (kota) akhir pekan lalu.

Para personel tersebut juga disiagakan untuk mengamankan logistik pemilu. Pasalnya, tak hanya kerawanan keamanan tapi juga mengantisipasi cuaca yang tak menentu. Sebab, kerap hujan hingga rawan banjir. ‘’Kemarin kami mengecek di Kecamatan Pringkuku, Punung serta Donorojo, semua aman dari banjir,’’ jelasnya.

Dia menambahkan mengantisipasi hujan saat pengiriman logistik PPK ke KPU mendatang, pihaknya bakal menggunakan truk TNI/Polri. Pun agar pengamanan lebih mudah. Pengamanan iring-iringan juga digelar. ‘’Truknya ada kapnya, jadi lebih aman,’’ tutur Sugandi.

Sugandi berharap tahapan pemilu di Pacitan mulus. Pasalnya, saat hari coblosan  lalu beberapa wiliyah sempat hujan deras. Beruntung, tak ada laporan kerusakan logistik. ‘’Sementara di PPK sudah diantisipasi dan dikumpulkan di lokasi yang aman dari banjir dan bencana,’’ pungkas Sugandi. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here