Pacitan

Antisipasi Kasus Ambruk Atap SDN Gentong, 458 SD-SMPN Diinventarisasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Peristiwa ambruknya atap SDN Gentong, Kota Pasuruan, bikin Bupati Pacitan Indartato waswas hal serupa terjadi di tempatnya. Orang nomor satu di lingkup pemkab ini memerintah dinas pendidikan (dindik) untuk mendata bangunan sekolah yang rawan. ‘’Ada surat edaran untuk inventarisasi,’’ kata Kepala Dindik Pacitan Sudaryono Kamis (7/11).

Sudaryono mengungkapkan, inventarisasi dilakukan terhadap 408 SD negeri dan 50 SMP negeri. Ratusan lembaga itu diminta melaporkan kondisi terkini gedung. Perintah dalam surat edaran itu disebarluaskan lewat WhatsApp. ‘’Saat ini hasilnya belum terkumpul semua,’’ ujarnya.

Dindik bakal meneliti satu per satu laporan yang masuk. Kemudian diklasifikasikan tingkat kerawanannya. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu juga akan melakukan peninjauan lapangan. Bila diperlukan, ahli konstruksi dilibatkan. ‘’Meminta rekomendasi perlu tidaknya dibongkar atau cukup penguatan saja,’’ ujarnya.

Sudaryono menyatakan, rehabilitasi bakal dilaksanakan tahun depan bila ditemukan gedung rawan dengan persentase lebih dari 50 persen. Bila mendesak, gedung itu dikosongkan sementara waktu. ‘’SMPN 2 Tegalombo, misalnya. Ada gedung dikosongkan karena rusak dan masuk rehab tahun depan,’’ tuturnya.

Kasi Sarpras Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dindik Pacitan Wahyono menambahkan, pendataan bangunan rawan sampai aspek konstruksi. Seperti atap berbahan baja ringan atau galvalum. Ruang kantor SMPN 1 Ngadirojo, contohnya. Meski rangka atapnya galvalum, gentingnya dari tanah liat. Rangka baja ringan kurang kuat menahan beban genting. ‘’Tapi juga belum jaminan, karena sekarang ini banyak jenis baja ringan dengan berbagai kualitas,’’ bebernya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close