Ponorogo

Antar Jemput Menantang Maut, Siswa Perbatasan Minim Transportasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Angkutan Cerdas  Sekolah (ACS) diwacanakan masuk desa. Menjangkau antar-jemput siswa di wilayah pinggiran. Selama ini, siswa pinggiran kabupaten hanya mengandalkan keberadaan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Di Jalur Ponorogo-Wonogiri misalnya. Bus menjadi satu-satunya pilihan transportasi pilihan siswa baik dari Biting, Badegan, maupun Purwantoro, Wonogiri, Jateng. Banyak siswa SMPN 1 Badegan yang berebut moda transportasi itu. Mereka sampai bergelayutan di pintu. Keterbatasan sarana transportasi ini sangatlah membahayakan.

Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi menyatakan, komite SMPN 1 Badegan telah mengusulkan ACS menjangkau sekolah di wilayah perbatasan tersebut. Mengingat, trayek ACS baru dari luar kecamatan menuju dalam kota. ‘’Usulan ini segera kami teruskan ke bupati,’’ katanya.

Jika bupati merestui, pemkab perlu menambah anggaran. Penambahan trayek tentunya disesuaikan dengan honor sopir. Jika perlu, penambahan dan pembaruan armada. ‘’Unit kendaraan yang ada sekarang butuh peremajaan,’’ ujarnya.

Masa kejayaan angkutan desa (angkudes) memang telah lewat. Dari 250 unit, tersisa 80 kendaraan yang masih beroperasi. Rata-rata semuanya produksi lama yang memerlukan pembaruan demi kenyamanan dan keselamatan penumpang. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close