Siapa Sangka, Bos Annisa Steak Ini Dulunya Tukang Cuci Piring

671
LEZAT: Ari selalu menjaga kualitas dan citarasa produk buatanya agar mampu bersaing dengan resto steak lainnya.

NGAWI – Perjalanan hidup Lambang Arianto sungguh berliku. Berawal dari tukang cuci piring dan cleaning service restoran, pria itu kini sukses menggeluti usaha kuliner. Lewat brand Annisa Steak, Lambang kini tinggal menikmati buah kerja kerasnya selama belasan tahun. ‘’Saya mulai usaha ini dari nol, setelah memutuskan keluar dari tempat bekerja sebelumnya,’’ kata Lambang.

Jejak kesuksesan Ari -sapaan akrab Lambang Arianto- bermula saat bekerja di sebuah rumah steak di Solo, Jawa Tengah, pada 2000 silam. Kala itu, seorang temannya menawari pekerjaan sebagai tukang cuci piring. Merasa butuh, Ari pun rela meninggalkan Ngawi dan melamar pekerjaan itu.

Setelah tiga tahun mejadi tukang cuci piring, Ari dipindah ke bagian cleaning service. Tak lama kemudian dia dipercaya menjadi tukang belanja kebutuhan rumah makan sebelum akhirnya menjadi waiters (pramusaji). ‘’Setelah dua tahun jadi waiters akhirnya ditarik jadi asisten koki,’’ ungkapnya.

Kesempatan itu tidak disia-siakan warga Jalan Dr. Wahidin Gang Sikatan, Kampung Sidomakmur, Kelurahan Ketanggi, Ngawi, tersebut. Lewat kinerja bagusnya, Ari lantas naik kelas menjadi koki.

Keputusan besar diambil Ari pada 2010. Dia memutuskan resign dari kerjanya dan memilih merintis usaha sendiri. Namun, bukan perkara mudah bagi putra sulung pasangan Sutini dan Hadi Siswanto ini untuk memulai usaha. Di saat keinginannya membuka usaha cukup kuat, modal menjadi kendala.

Kala itu Ari sempat ditawari modal oleh seorang pengusaha asal Ngawi dengan syarat harus mau berbagi resep steak. Tawaran itu pun ditolaknya sebelum akhirnya mendapat modal Rp 3 juta dari neneknya untuk membeli bahan pokok. ‘’Sempat pinjam freezer ke teman bapak, bayarnya ngangsur setiap bulan,’’ kenangnya.

Pada 2011, berdirilah resto Annisa Steak. Tempatnya berbagi dengan usaha salon kecantikan milik ibunya. Meski sempat diragukan, Ari berhasil membuktikan bahwa usahanya itu mampu berkembang pesat. Selain brand yang semakin dikenal, menu di restonya pun semakin bervariasi. Mulai chicken steak, sirloin steak, beef steak, thenderloin steak, blackpaper steak, hingga kangkung hot plate. ‘’Ini juga berkat doa dan support dari keluarga saya,’’ ucapnya.

Popularitas resto Annisa Steak juga tidak terlepas dari lokasinya strategis. Tepatnya di depan RSUD Dr. Soeroto Ngawi masuk Gg. Sikatan. Di sisi lain, Ari menyadari usaha rumah makan steak di Bumi Orek-Orek kini terbilang banyak. Namun, dia sama sekali tidak khawatir.

Dengan menjaga kualitas dan citarasa steak buatannya, Ari yakin mampu bersaing dengan resto sejenis lainnya. ‘’Sekarang yang bisa bikin steak itu banyak, tapi yang benar-benar chef steak jarang sekali,’’ ungkapnya. (tif/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here