AdvertorialMagetan

Anjungan Dukcapil Mandiri Magetan Pertama di Indonesia

TIDAK ADA ALASAN TAK URUS DATA KEPENDUDUKAN

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Mesin anjungan dukcapil mandiri (ADM) milik Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Magetan di-launching Rabu (15/1). Bersamaan peresmian mal pelayanan publik (MPP) di Pasar Baru Magetan (PBM).

Satu dari dua unit mesin ADM itu ditempatkan di MPP. Agar masyarakat semakin mudah dalam mengurus data kependudukan. ‘’Untuk ADM ini, Magetan menjadi yang pertama di Indonesia,’’ kata Kepala Disdukcapil Magetan Hermawan.

Mesin ADM memudahkan masyarakat untuk melengkapi dokumen kependudukannya. Masyarakat yang ingin mencetak dokumen kependudukan melalui mesin ADM harus teregristrasi terlebih dahulu di Disdukcapil Magetan dan telah melakukan perekaman data untuk e-KTP. Masyarakat akan menerima pin, QR code, dan sidik jari melalui ponsel. ‘’Setelah itu baru bisa mengakses ADM dan bisa mencetak dokumen kependudukannya kapan pun. Tanpa harus antre lama,” paparnya.

Bagi pemegang surat keterangan (suket) pengganti e-KTP bisa menukarnya di loket 24 milik disdukcapil di MPP. Bagi yang masih mengantongi suket e-KTP pemula yang tercetak sampai 31 Desember 2019. Serta pemegang suket umum periode cetak 21 Mei sampai dengan 19 Juli wilayah Kecamatan Magetan. ‘’Bagi warga selain Kecamatan Magetan, bisa menukarkan suket dengan e-KTP di kantor disdukcapil,’’ terangnya.

Dengan banyaknya kemudahan dan pilihan ini diharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya dokumen kependudukan. Masyarakat yang usia 17 tahun ke atas bisa segera melakukan perekaman. Usia 0 sampai 18 tahun yang mempunyai akta kelahiran segera mengurus. Pun, anak yang belum mempunyai KIA segera mengurusnya. ”Sekarang masyarakat tinggal memilih bisa di kecamatan yang dekat dengan rumah, kantor disdukcapil, atau di MPP,’’ jelasnya.

Saat ini disdukcapil sudah membuka pelayanan adminduk di 17 kecamatan. Rekam-cetak e-KTP bisa dilakukan di kecamatan. Serta penyerahan 15 ribu keping kartu identitas anak (KIA) bagi anak usia 0-5 tahun yang merupakan hasil inovasi dari Cetak Antar KIA Tanpa Permohonan (CakTemon). ‘’Sekarang sudah sangat mudah. Tidak ada alasan tidak mengurus data kependudukan,’’ pungkasnya. (ebo/bel/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close