Madiun

Angkut Sonokeling, Truk ”Pos Indonesia” Diamankan Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban –  Wajah PT Pos Indonesia tercoreng karena kasus penyelundupan puluhan kayu sonokeling. Label boks truk Mitsubishi Colt nopol B 9542 RJ yang mengangkut barang curian itu tertulis nama salah satu perusahaan negara tersebut.

Belakangan, Zhendy Prasetyo, 24, sopir truk, menyebut kendaraan berwarna oranye itu sempat disewa untuk kendaraan operasional. ‘’Kontraknya sudah habis, tapi logonya belum dihilangkan,’’ kata Kapolsek Dolopo AKP Sudiyono Selasa (6/10).

Zhendy, warga Desa Kuncir, Ngetos, Nganjuk, itu ditangkap pukul 22.45 Senin (5/10). Polisi memperoleh informasi dugaan truk mengangkut kayu curian akan melintas di Jalan Dolopo-Ngebel masuk Kelurahan/Kecamatan Dolopo.

Laporan ditindaklanjuti unit reskrim dengan penghadangan. Benar saja, truk yang dicurigai itu melintas. Hasil pemeriksaan, petugas menemukan 22 batang kayu sonokeling berbagai ukuran tanpa dokumen sah. ’’Sopir tidak bisa menunjukkan SKSHH (surat keterangan sahnya hasil hutan, Red),’’ ujar Diyon, sapaan akrab Sudiyono.

Diyon mengatakan, penyidik masih mendalami kasus ini. Pihaknya baru memperoleh informasi kayu hendak dikirim ke Jepara, Jawa Tengah. Sementara, asal kayu belum diketahui. Sebab, peran tersangka hanya sebagai sopir. ‘’Jadi, kayu curian itu sudah disiapkan oleh seorang lainnya yang masih proses pencarian,’’ terangnya sembari menyebut bakal berkoordinasi dengan Perhutani.

Manajer Dukungan Umum Kantor Pos Madiun Agus Subiantoro menegaskan bahwa truk boks pengangkut sonokeling itu bukan armadanya. Kendaraan berkapasitas berat yang bisa dipakai maksimal Daihatsu Grand Max atau Mitsubishi L-300. Ketentuan itu sesuai regulasi PT Pos Indonesia. ‘’Kalau kendaraan yang diamankan polisi itu kelas kendaraan primer atau sekunder. Biasanya untuk lintas provinsi,’’ terangnya.

Agus menyebut, kebutuhan operasional memang bisa menyewa kendaraan dari pihak lain. Kendaraan itu akan dihiasi logo perusahaan sebagai identitas. Ketika masa sewa habis, hiasan harus dihapus oleh kantor pos. ‘’Tapi, tidak menutup kemungkinan ada orang yang berniat buruk dengan memasang kembali apa yang sudah dilepas,’’ paparnya.

Dia mengungkapkan, kasus nyaris serupa yang menyeret lembaganya pernah terjadi di daerah lain. Artinya, ada kemungkinan pelaku memanfaatkan keistimewaan jasa logistik perusahaannya. Misalnya, melintas di jalur yang ditutup. ‘’Pengkhususan itu bisa jadi dimanfaatkan untuk mengelabui petugas,’’ ujarnya seraya menyebut kejadian ini bakal dilaporkan ke kantor pusat karena berkaitan nama baik perusahaan. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close