Angkut Pupuk Bersubsidi, Sopir-Kernet Diamankan

97

NGAWI Praktik patgulipat pupuk bersubsidi masih saja terjadi di Ngawi. Unit Reskrim Polsek Karangjati berhasil menggagalkan penyelewengan 6,1 ton pupuk bersubsidi. Perinciannya, jenis ponska 24 sak dan urea 50 sak. Barang bukti puluhan sak pupuk itu telah diamankan polisi. Pun truk nopol S 9472 UB yang dipakai untuk mengangkut. ‘’Mau dikirim ke daerah Sekar, Bojonegoro,’’ kata Kapolsek Karangjati AKP Suparman, Kamis (11/10).

Terungkapnya praktik curang tersebut bermula saat anak buah Suparman berpatroli Kamis dini hari (4/10). Waktu itu, petugas patroli mencurigai truk dengan muatan dibungkus terpal melaju di Jalan Raya Karangjati-Sekar sekitar pukul 02.00.

Truk bak hitam dan kepala putih itu lantas dihentikan, ditepikan di pinggir jalan masuk Desa Rejuno, Karangjati. Sebab, tidak biasanya dini hari seperti itu truk bermuatan keluar dari Karangjati. Insting petugas patroli terbukti. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 74 sak pupuk bersubsidi dengan berat total 6,1 ton. ‘’Pupuk bersubsidi seperti itu tidak boleh dibawa ke luar kabupaten,’’ ujar Suparman.

Sopir truk, Fatkur Rahman, 44, warga Dusun Sumbergalih, Desa Bareng, Sekar, Bojonegoro, tak ketinggalan dimintai keterangan. Pun, Siswoto, 39, kuli truk yang tinggal sedesa dengan Fatkur. Keduanya sempat berbelit menjawab beberapa pertanyaan terkait pupuk yang diangkutnya. Fatkur dan Siswoto akhirnya mengaku disuruh seseorang untuk mengirim pupuk ke Sekar, Bojonegoro. ‘’Indikasinya, pupuk dari daerah sini (Karangjati, Red),’’ beber Suparman.

Suparman menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut. Sejumlah keterangan dari beberapa saksi telah dihimpun. Kendati begitu, sampai sekarang belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Sejauh ini sopir dan kuli truk masih berstatus saksi. ‘’Kami masih menelisik siapa dalang yang ada di balik itu,’’ ujarnya.

Suparman berjanji menuntaskan kasus patgulipat di wilayah hukumnya tersebut. Siapa pelaku penyelewengan pupuk bersubsidi sebanyak 6,1 ton itu, akan diungkap segera. Menilik Permendagri 4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, perbuatan seperti itu termasuk tindak pidana.

Sementara melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menitipkan barang bukti pupuk ke salah satu gudang di Kecamatan Karangjati. Suparman berdalih, agar tidak rusak akibat terkena hujan. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here