Truk Hino Bermuatan 8 Ton Biskuit Terguling di Jalur Ekstrem Pacitan-Solo

26
LAKA TUNGGAL: Diduga mengalami rem blong, truk Hino pengangkut 8 ton kue kering terguling di jalur Pacitan-Solo Kamis (4/7). Tepatnya di Kilometer 14 Dusun Pelem, Dadapan, Pringkuku, Pacitan.

PACITAN – Jalur Pacitan-Solo yang berkelok dan naik-turun kembali membuat celaka. Truk Hino 500 yang dikemudikan Deny Tsabit Ansori terguling di Kilometer 14 Dusun Pelem, Dadapan, Pringkuku, Pacitan. Diduga rem truk nopol B 9293 TXT yang mengangkut delapan ton kue kering itu tak berfungsi. ‘’Saat turun saya gunakan gigi empat dan truknya saya rem gak bisa, kemungkinan blong,’’ terang Deny, sopir truk itu, Kamis (4/7).

Deny mengaku baru pertama kali melintas jalur Solo-Pacitan. Bertolak dari Tangerang, rencananya ribuan kilogram biskuit itu bakal di-dropping di Pacitan. Sebelum berangkat, warga Karawang, Jawa barat, itu sempat diperingatkan rekan sejawatnya untuk berhati-hati. Apalagi, muatannya terlampau berat. ‘’Dari atas sudah terasa. Daripada nabrak tebing, truk saya banting kanan tapi beban gak kuat akhirnya terguling ke kiri,’’ jelasnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Pacitan Ipda Amrih Widodo yang tiba di lokasi mendapati truk dalam keadaan usai diservis beberapa saat lalu. Namun, dia menduga kondisi pengemudi yang tak hafal medan turut memengaruhi terjadinya kecelakaan. Pun berkas administrasi seperti uji kir dan STNK kendaraan sudah mati. ‘’Termasuk SIM sopir juga tidak ada. Hanya bawa fotokopiannya,’’ ungkap Amrih.

Meski tak menimbulkan kemacetan, akibat kejadian tersebut sebagian badan jalan tertutup bodi truk. Kendaraan roda empat atau lebih harus bergantian saat melintas. Evakuasi bakal menunggu pihak distributor mengirim truk pengganti. ‘’Kami pasang penanda agar kendaraan dari arah Solo mengurangi kecepatan,’’ tambah Amrih sembari menyebut pengemudi dan kernet tak mengalami luka serius.

Bukan kali pertama kecelakaan serupa terjadi di jalur ini. Menurut Amrih, kondisi jalur di Pacitan cukup ekstrem untuk kendaraan roda empat ke atas. Kondisi geografis yang berbukit-bukit membuat jalur naik turun dan berkelok. Ditambah banyak blank spot di jalur Pacitan-Solo atau Pacitan-Ponorogo. ‘’Kami imbau para pengguna jalan berhati-hati. Jika lelah kami harap istirahat dahulu,’’ pesannya. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here